Tak Terpengaruh Isu Nuklir, RI - Iran Perkuat Bilateral

Tak Terpengaruh Isu Nuklir, RI - Iran Perkuat Bilateral

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 15:53 WIB
Jakarta - Meski saat ini Iran berada di bawah ancaman perang akibat krisis nuklirnya, Indonesia tidak menyurutkan niat untuk meningkatkan hubungan bilateralnya dengan negara tersebut. Hubungan bilateral jalan terus. Disaksikan langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, enam dokumen perjanjian ditandatangani oleh pejabat kedua negara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2006). Perjanjian tersebut merupakan kerja sama pengembangan teknologi, industri dan usaha kecil, pabean dan imigrasi, energi, pariwisata dan realisasi pembangunan kilang minyak."Kami sepakat untuk terus meningkatkan hubungan di masa yang akan datang. Bagi kami, Indonesia adalah sahabat baik," kata Presiden Ahmadinejad saat memberikan keterangan pers bersama Presiden SBY usai pertemuan bilateral delegasi dua negara itu. Komitmen serupa juga disampaikan oleh Presiden SBY. Indonesia ingin menjalin kerja sama yang lebih baik dengan Iran di berbagai bidang. Ditambahkan dia, volume perdagangan kedua negara terus meningkat dari waktu ke waktu, meski masih di bawah potensi yang ada."Pada 2005 volume perdagangan yang tercacat sebesar US$ 362 juta. Naik sebanyak 42 persen dari tahun sebelumnya," papar SBY. Ke depan nanti, Iran dan RI ingin lebih berperan dalam proses menjaga stabilitas keamanan dunia serta kawasan masing-masing. Seperti terlibat aktif dalam upaya penyelesaian konflik Palestina dan menjadikan Iraq sebagai negara berdaulat. "Kami ingin tingkatkan kerja sama dalam kebijakan luar negeri, baik internasional dan regional. Kami mendukung keutuhan teritoral wilayah RI dan keanggotaan RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB," kata Ahmadinejad. (asy/)


Berita Terkait