Kesalahan Soeharto Tidak Boleh Dihapus dari Sejarah

Kesalahan Soeharto Tidak Boleh Dihapus dari Sejarah

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 14:58 WIB
Jakarta - Meski pernah dikuyo-kuyo, AM Fatwa mengaku telah memaafkan Soeharto. Namun dengan maaf itu, bukan berarti kesalahan Soeharto bisa dihapuskan dari sejarah.Wakil Ketua MPR itu bercerita, ia pernah dipenjara selama belasan tahun saat Soeharto menjadi presiden. Kini Fatwa mengaku tidak akan mempersoalkan penahanan yang pernah dialaminya.Mengapa Fatwa memaafkan Soeharto? Politisi PAN itu mengaku pemberian maaf itu karena alasan kemanusiaan dan perintah agama. Ia ingin mencontoh mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela."Mandela saja 20 tahun dipenjara memaafkan semuanya. Apalagi saya. Tidak ada apa-apanya dibanding Mandela. Perintah agama juga demikian, bukan minta maaf, tapi memberikan maaf," kata Fatwa kepada detikcom usai rapat pimpinan MPR di Gedung MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/5/2006).Namun Fatwa menegaskan, kesalahan Soeharto tidak boleh dihapuskan dalam sejarah kehidupan politik di Indonesia. "Meski sudah saya maafkan, bukan berarti kesalahan itu dihapus dari sejarah," tandasnya.Fatwa menilai perlu dilakukan terobosan baru untuk menyikapi kesehatan Soeharto yang tidak memungkinkan untuk dibawa ke pengadilan. Terobosan perlu dilakukan agar status hukum Soeharto jelas ketika meninggal."Bagimanapun Pak Harto adalah mantan presiden. Banyak salah, tapi juga harus kita lihat jasa-jasanya," demikian Fatwa. (iy/)


Berita Terkait