Pasca Tsunami, Ribuan Anak Tidak Temukan Orangtuanya
Rabu, 10 Mei 2006 14:34 WIB
Banda Aceh - Hingga April 2006, Jaringan Penelusuran Keluarga telah mendata 2.819 anak-anak korban tsunami di berbagai tempat. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 anak telah kehilangan kedua orangtuanya dan sektar 1.300 lainnya, setelah satu tahun, masih tidak mengetahui keberadaan orangtuanya. Sampai saat ini, tidak ada angka resmi jumlah anak-anak yang kehilangan orangtua akibat tsunami. Anak-anak yang masuk kategori ini diperkirakan berjumlah kurang dari 5.000 orang. Angka ini didukung oleh penelitian bersama di seluruh Aceh yang dilaksanakan oleh Departemen Sosial, Save the Children dan UNICEF pada bulan Maret 2006 yang menemukan lebih dari 2.400 anak-anak berada di puluhan panti asuhan yang menjadi korban tsunami. Demikian rilis UNICEF yang diterima redaksi detikcom, Rabu (10/05/2005). Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen adalah anak yatim atau piatu atau masih memiliki setidaknya satu orangtua. Hanya 249 anak-anak yatim-piatu dalam artian telah kehilangan kedua orang-tuanya dengan sekitar 100 anak-anak lainnya tidak tahu keberadaan orang tuanya. Ini berarti kurang dari 10 persen anak-anak yang ditempatkan di lembaga-lembaga tersebut adalah yatim piatu. "Mayoritas anak-anak ditempatkan di puluhan panti asuhan karena keluarga mereka tidak mampu untuk memelihara mereka setelah tsunami. Keluarga-keluarga ini merasa bahwa bantuan keuangan di lembaga-lembaga ini lebih terjamin daripada bantuan yang dapat mereka dapatkan secara langsung," jelas rilis bersama yang dikeluarkan UNICEF, Departemen Sosial dan Save The Children. Ditambahkan, anak-anak yang lainnya, jika tidak berada dalam panti asuhan, dipelihara oleh keluarga mereka termasuk keluarga besar seringkali berada dalam situasi ekonomi yang sangat sulit. Pemerintah dan organisasi seperti Save the Children dan UNICEF bekerja untuk mendukung semua anak-anak yang terkena dampak tsunami dan memastikan anak-anak ini mendapatkan kembali kehidupan normal sesegera mungkin dalam ruang lingkup keluarga. Penelitian ini juga mengidentifikasi lebih dari 1.300 anak-anak yang ada di panti asuhan akibat konflik di Aceh.
(asy/)











































