Gempa di Puncak Merapi Semakin Meningkat
Rabu, 10 Mei 2006 14:13 WIB
Yogyakarta - Aktivitas gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) makin meningkat. Semakin hari frekwensi gempa semakin bertambah, baik gempa vulkanik dangkal maupun gempa guguran.Informasi ini disampaikan Subandriyo, Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) di Jl Cendana, Yogyakarta, Rabu (10/5/2006). Selain terjadi peningkatan kegempaan, saat ini morfologi kubah lava juga masih mengalami pertumbuhan relatif cepat. Pada hari Senin (8/5/2006) lalu tercatat gempa vulkanik dangkal (VTB) sebanyak 2 kali, gempa fase banyak (MP) sebanyak 140 kali dan gempa guguran 102 kali. Sedang pada hari Rabu (9/5/2006) gempa vulkanik dangkal (VTB) sebanyak 6 kali dan gempa fase banyak (MP) 142 kali dan gempa guguran 152 kali. "Ini akan terus meningkat semakin hari dan terus kita pantau perkembangannya setiap waktu," kata dia. Menurut Subandriyo, diperkirakan ukuran kubah lava baru itu mencapai lebih dari 1,45 juta meter kubik. Volume muntahan lava pijar diperkirakan 150 ribu meterkubik perhari. Hal ini cukup tinggi, sebab biasanya tidak lebih dari 60 ribu meter kubik perhari ketika erupsi terjadi. "Kubah lava itu bentuknya menyerupai tempurung kelapa dan bisa menyebabkan arah muntahan lava pijar tidak terkonsentrasi di satu arah atau menyebar," kata dia. Dia menambahkan berdasarkan pengamatan visual di Pos Pengamatan Kaliurang, Pakem, Sleman, pada saat cuaca cerah, asap sulfatara sejak Selasa malam hingga Rabu dinihari berwarna putih tebal dengan tekanan lemah mencapai ketinggian 750 meter. Lava pijar juga dapat terlihat dari Pos Babadan magelang dan Jrakah SeloBoyolali. Jumlah guguran lava pijar pada hari Selasa (9/5/2006) kemarin dari Pos Kaliurang tercatat 13 kali dengan jarak luncuran 200 meter. Pada hari Rabu (10/5/2006) dinihari, guguran lava pijar tercatat 10 kali dan dari Pos Ngepos terlihat 5 kali. "Sinar api di puncak juga terlihat dari semua pos Babadan dan Jrakah," ujar dia.Sementara itu berdasakan catatan detikcom pada hari Selasa (9/5/2006) dari kawasan Kaliadem Kepuharjo Cankringan Sleman, lava pijar sempat terlihat sekitarpukul 22.34, 23.17 dan 23.40 WIB. Sedangkan pada Rabu dinihari pada pukul 00.25, 01.00 dan pukul 01.20 WIB.
(asy/)











































