Keren! Kain Tenun dari Kebumen Ini Sudah Tembus Pasar Bahrain

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 20:36 WIB
Pada saat acara Mubeng Kebumen ke-4, Arif yang ditemani istrinya sekaligus Ketua TP PKK Kebumen Iin Windarti dan sejumlah pimpinan OPD pun mengunjungi tempat pengrajin tenun di desa tersebut.
Foto: detikcom/Rinto Heksantoro
Jakarta -

Tidak hanya di Indonesia bagian timur, di wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ternyata juga banyak ditemukan para perajin tenun. Bahkan kain tenun hasil karya warga tersebut sudah dipasarkan hingga ke negara Bahrain.

Para perajin tenun itu berada di daerah Kebumen utara tepatnya RT 02/RW 08, Desa Seboro, Kecamatan Sadang. Setidaknya, ada 30 warga yang setiap hari bekerja sebagai pengrajin kain tenun di bawah CV Kartinasia Jaya. Hasil tenun itu dipasarkan ke Bali, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, bahkan sampai diekspor ke Bahrain, Timur Tengah.

Potensi dari Desa Seboro ini mampu mengundang perhatian dari Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Pada saat acara Mubeng Kebumen ke-4, Arif yang ditemani istrinya sekaligus Ketua TP PKK Kebumen Iin Windarti dan sejumlah pimpinan OPD pun mengunjungi tempat perajin tenun di desa tersebut.

"Ini luar biasa keren, Kebumen punya banyak potensi. Seperti halnya kain tenun Seboro ini. Mungkin masyarakat Kebumen masih sedikit yang tahu kalau di kabupatennya ternyata ada pengrajin tenun. Dan ini benar-benar dibuat secara tradisional, dengan hasil yang bagus," kata Arif Sugiyanto, Sabtu (29/1/2022).

Pemerintah pun siap mendorong agar perajin tenun di desa tersebut lebih maju. Misalnya dengan memberikan permodalan, kemudian pelatihan, dan juga pemasaran. Sehingga banyak masyarakat di Seboro dan Sadang pada umumnya, yang mau bekerja menjadi perajin kain tenun.

"Tentu pemerintah akan mendukung, baik dari sisi permodalan, pelatihan, dan pemasaran. Kita ingin ini dibesarkan lagi agar bisa mengangkat lebih banyak lapangan kerja, sehingga harapannya ketika masyarakat maju, Sadang tidak lagi disebut sebagai wilayah kemiskinan ekstrem di Kebumen," imbuhnya.

Sementara itu, Nasihin selaku Ketua Kelompok Perajin Tenun Kartinasia Jaya mengatakan bahwa kegiatan menenun di desanya sudah dilakukan cukup lama. Berkat salah seorang warga Seboro bernama Nanang Setiawan yang punya keahlian membuat tenun saat tinggal di Jepara, Jawa Tengah, Nanang kemudian mengembangkannya di Kebumen.

"Awalnya dari Mas Nanang dia belajar tenun di Jepara, kebetulan istrinya orang sana. Setelah bisa, dia pulang ke Kebumen dan menggerakkan masyarakat untuk belajar menenun. Alhamdulillah sekarang sudah ada 30 orang yang ikut sebagai pengrajin," ujarnya.

Adapun tenun yang dihasilkan di Desa Seboro berupa sarung dan kain bahan tenun. Dalam sehari, satu perajin bisa menghasilkan satu sarung atau memproduksi 5 meter kain. Selain sarung, perajin juga membuat baju tenun dan aksesoris tenun lainnya. Satu sarung dijual dengan harga Rp 220 ribu, dan 1 meter kain tenun dibanderol dengan harga Rp 60 ribu.

"Terus terang untuk bisa mengembangkan ini kami masih butuh permodalan ya. Terutama untuk beli alat tenun, benang, dan tempat produksinya. Karena tempatnya sempit, banyak warga yang akhirnya buat sendiri di rumah," jelasnya.

Nasihin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati. Ia berharap pemerintah bisa memberikan support untuk kemajuan perajin tenun di Seboro.

"Kita berharap dengan tenun ini bisa semakin banyak memberdayakan masyarakat, sehingga desa kami bisa maju, Sadang terbebas dari kemiskinan ekstrem," tambahnya.

Selain kain tenun, Desa Seboro dikenal juga dengan penghasil makanan ringan, yakni kacang telor serta penghasil buah kelengkeng. Di desa itu juga terdapat wisata Embung Selo Asri. Arif meminta dalam Kebumen International Expo yang akan digelar pada Juni 2022 mendatang, Desa Seboro diberi stand khusus untuk mempromosikan produknya.

(ncm/ega)