Komnas HAM: Korban Tewas di Kerangkeng Rumah Bupati Langkat Lebih dari Satu

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 17:18 WIB
Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam di Mapolda Sumut
Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam di Mapolda Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Komnas HAM menyampaikan hasil investigasi sementara terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Komnas HAM mengatakan korban tewas di lokasi itu lebih dari satu.

"Yang meninggal lebih dari satu. Kami menelusuri dapat, Polda juga dapat dengan korban yang berbeda," kata komisioner Komnas HAM M Choirul Anam di Mapolda Sumut, Sabtu (29/1/2022).

Choirul mengatakan kerangkeng yang dijadikan tempat rehabilitasi itu tidak memiliki izin. Dia mengatakan ada penganiayaan yang terjadi di lokasi itu.

"Faktanya, kita temukan yang terjadi rehabilitasi yang cara melakukan rehabilitasinya penuh dengan catatan-catatan kekerasan sampai hilangnya nyawa," ucap Choirul.

Choirul membenarkan soal pria yang terekam dengan wajah lebam di kerangkeng di rumah Terbit Rencana itu. Choirul mengatakan pria itu merupakan korban dari penganiayaan.

"Informasi soal peristiwa apa yang dialami oleh orang yang muncul wajahnya di video tersebut dan solid, apa yang terjadi, itu bagian yang tadi kami sampaikan salah satu yang mendapatkan kekerasan," jelasnya.

Hal senada disampaikan Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak. Panca mengatakan pihaknya juga mendapatkan adanya korban tewas diduga dianiaya di kerangkeng tersebut.

"Temuannya sama seperti itu. Yang kita temukan lebih dari satu," ucap Panca.

Hingga kini Komnas HAM maupun Polda Sumut masih mendalami hal ini. Sejumlah saksi masih terus diperiksa dalam kasus ini.

Sebelumnya diberitakan, Migrant Care menerima laporan penemuan diduga kerangkeng manusia di Rumah Terbit Rencana Perangin Angin. Karena itu, mereka melaporkan temuan itu ke Komnas HAM.

Badan Narkotika Nasional mengatakan tidak semua penghuni kerangkeng itu merupakan pecandu narkoba.

"Tidak semua (penghuni kerangkeng pecandu narkoba)," kata Kepala BNNP Sumut Brigjen Toga Habinsaran Panjaitan kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

Toga mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan assessment kepada penghuni kerangkeng. Ada 9 orang yang sedang dilakukan asesmen.

"Lagi asesmen, 9 orang," tuturnya.

Simak Video: Isi 'Brankas' Bupati Langkat: Usai Kerangkeng, Kini 7 Hewan Langka

[Gambas:Video 20detik]



(afb/dwia)