Kolaborasi Pemprov Jatim & Swasta Perkuat Wisata Lewat Klinik BUMDes

Nada Zeitalini - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 13:02 WIB
Superior Prima
Foto: Superior Prima
Jakarta -

Pandemi COVID-19 selama kurang lebih 2 tahun ini menimbulkan dampak negatif di segala sektor, mulai dari kesehatan, sosial, ekonomi, hingga pariwisata. Mengatasi kondisi ini, pemerintah terus berupaya mengerjakan berbagai program yang dapat membangkitkan ekonomi.

Di tahun 2022, pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus program pemerintah pusat, khususnya desa wisata. Sejalan dengan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) turut berupaya membangkitkan ekonomi sampai di tingkat desa melalui program kolaborasi Klinik BUM Desa dan Program Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Dewi Cemara).

Program yang dilakukan Pemprov Jatim bersama Yayasan Rumah Kita Sidoarjo dan Sampoerna ini telah sukses mendampingi 20 desa di tahun 2020 serta 4 desa wisata berbasis BUM Desa di tahun 2021. Di tahun 2022 ini, program Klinik BUM Desa Jatim kembali diadakan dengan tajuk 'Optimis Jatim Bangkit Melalui Penguatan Dewi Cemara Berbasis BUM Desa'.

Nantinya program tersebut akan menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan keterampilan secara intensif melalui kegiatan Akademi Desa Wisata (Demi Dewi). Ketua Pelaksana Klinik BUM Desa Jatim Dwi Ariady Kusuma menjelaskan Demi Dewi merupakan pusat pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi pengelola desa wisata melalui pendekatan kreatif, inovatif, dan produktif demi mewujudkan destinasi desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut jadwal, Demi Dewi akan dilaksanakan pada 2-4 Februari 2022 secara virtual melalui zoom cloud meeting. Program ini membidik 190 desa wisata berbasis BUM Desa dan 588 pelaku desa wisata yang tersebar di 30 Kabupaten di Jawa Timur.

"Program kolaborasi ini bertujuan untuk memberi penguatan pada sektor kelembagaan, manajemen tata kelola destinasi, pemasaran produk wisata dan pengembangan UMKM di desa wisata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Sebagai kegiatan berkelanjutan, akan dipilih 4 desa dari 190 desa wisata yang menjadi peserta Demi Dewi. Program lanjutan berupa pendampingan, penyaluran bantuan produk wisata baru dan pada puncaknya mendapat fasilitasi untuk menyelenggarakan Festival Wisata Desa (FWD).

Ari menambahkan, bahwa rangkaian program kolaborasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Kemudian turut serta didukung oleh Universitas Airlangga dan beberapa pihak swasta antara lain seperti Bank Jatim, Hotel Novotel Samator Surabaya Timur, Blesscon bata ringan, Kopnuspos dan Pelindo.

"Dukungan tersebut diharapkan mampu memberikan semangat dan energi baru bagi pelaku desa wisata di Jawa Timur untuk kembali membangkitkan ekonomi desa sebagai langkah membantu pemerintah provinsi Jawa Timur dalam menurunkan angka kemiskinan di tingkat desa," pungkasnya.

(fhs/ega)