Anggota DPR: Kasus Soeharto Ditutup, Kroni akan Untung
Rabu, 10 Mei 2006 11:43 WIB
Jakarta - Soeharto yang kini tak berdaya di RSPP kebanjiran welas asih berbagai kalangan. Banyak yang mendesak agar kasus hukumnya ditutup.Namun anggota Komisi III dari FPDIP Andreas Parera berpandangan berbeda. Dia menilai wacana penutupan kasus Soeharto akan menguntungkan kroni-kroni Soeharto yang saat ini masih bebas berkeliaran."Wacana itu bukan hanya untuk kepentingan Soeharto sendiri, tapi juga untuk kroni-kroninya," kata Andreas kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2006).Demi tuntasnya penegakan supremasi hukum di Indoensia, Andreas berpandangan kasus Soeharto harus segera dituntaskan. Meski demikian, publik tetap harus menghargai kondisi Soeharto yang saat ini tengah terbaring sakit."Kita harus hargai kalau memang sakit secara kemanusiaan. Tapi rasa keadilan masyarakat harus tetap kita jaga," tambahnya.Politisi PDIP ini berharap publik mau memberikan kesempatan kepada Kejaksaan Agung untuk mengklarifikasi kondisi kesehatan penguasa Orba itu. Dia juga berharap pihak keluarga mau membuka diri agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat."Kalau tidak bersalah kenapa tidak berani. Kejaksaan harus diberikan kesempatan untuk klarifikasi," tandas dia.Andreas juga mengaku memiliki kecurigaan terhadap sakit Soeharto yang terkesan tiba-tiba. Padahal sebelumnya Soeharto tampak sehat ketika menerima mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad."Publik jangan mudah dikibuli. Ya bagaimana, Soeharto habis menerima tamu negara tapi tiba-tiba sakit. Dia harus diperiksa bener. Kepastian hukum harus ditegakkan dan tidak boleh digantung," demikian Andreas.
(fjr/)











































