Soeharto-Soekarno Figur Paling Oke

Polling Presiden Ideal

Soeharto-Soekarno Figur Paling Oke

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 11:34 WIB
Jakarta - Running game suara-suara responden yang memilih sosok presiden ideal di mata mereka makin seru. Soekarno yang semula jadi figur paling dirindukan dengan meraup 1/4 suara, ternyata tak awet juga di posisinya. Ia sempat dilewati Soeharto, suksesornya pasca Tragedi Berdarah 1965, sebelum direbut kembali.Data polling hingga Rabu (10/5), pukul 11.10 WIB, Soekarno, si bapak bangsa, yang digadang-gadangkan oleh 831 suara atau 24,49%. Selisihnya amat tipis dan saling berkejaran dengan figur Soeharto punya pendukung sebanyak 821 suara, atau 24,20% suara. Total responden 3393 netters.Walau generasi kini telah berganti, kedua mantan pemimpin bangsa itu prareformasi itu jauh lebih populer sosoknya di mata publik. Hanya dua tokoh tersebut yang dukungannya melebihi angka 20%. Pada level 10 %-nan, baru bercokol presiden dan mantan presiden setelah mereka.Yang menarik, presiden pilihan rakyat masa kini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sehari lalu masih ada di peringkat 3, terlempar. Entah bagaimana, pamor Megawati sebagai sosok presiden ideal langsung terangkat menggantikannya. Megawati dipilih oleh 462 responden atau 13,62%.SBY juga takluk oleh Habibie. Pria kecil, jago bikin pesawat yang kini tinggal di Jerman itu, sukses juga menyalip SBY dan ganti ada di posisi ke-4. Ada 471 responden atau 13,47% yang mendukungnya. Sedangkan SBY, maaf, hanya dipilih oleh 352 responden atau 10,58%. Paling bawah, ada KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang disokong oleh 121 responden atau 3,57%. Ironisnya, mantan presiden yang terkesan pemerhati HAM tersebut masih kalah dari suara responden yang memilih opsi Tidak Ada. Jumlah "Bumbung Kosong" ini mencapai 10,11% atau 343 suara.Polling detikcom bertema PRESIDEN IDEAL BAGI INDONESIA dimulai sejak hari Senin (8/5) dan hingga kini masih berlangsung. Anda dapat mengikutinya dengan meng-klik pilihan pada box Polling, dan Anda juga dapat melihat hasilnya dengan mengeklik Hasil polling.* Responden adalah pengakses situs detikcom yang berkenan ikut serta dalam polling, dimana satu komputer hanya bisa tercatat sekali saat memberikan pilihan. Meski demikian, polling ini tentu masih jauh dari kaidah metoda-metoda polling yang layak. Semata hanya menyerap aspirasi. (nrl/)



Berita Terkait