detikcom Do Your Magic

Pejalan Kaki Masih Bisa Lewat Meski Perlintasan Sebidang Kemayoran Ditutup

Rifqi Mahdi Rizqullah - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 16:29 WIB
Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Pejalan kaki masih diperbolehkan melintas meski perlintasan sebidang di Jl Bungur 17, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, ditutup. Pengecualian itu untuk menampung aspirasi warga.

"Untuk pejalan kaki dan pesepeda masih bisa melintas, namun untuk pengendara mobil belum boleh," ujar Asisten Perekonomian Pembangunan (Asekbang) Jakpus, Bakwan Ferizan Ginting, kepada detikcom, Jumat (28/1/2022).

Uji coba penutupan ini akan dilangsungkan selama sebulan, dimulai pada 1 Februari 2022. Evaluasi dilakukan setiap minggu untuk mengetahui kekurangan.

"Untuk saat ini perkiraannya 1 bulan, tapi masih kita lihat dulu apa saja sarana atau fasilitas yang dibutuhkan setelah uji coba. Monitoring juga akan kita langsungkan setiap minggunya," terangnya.

Adapun monitoring nantinya akan dilakukan oleh Pemkot Jakpus, termasuk kecamatan serta kelurahan.

"Ada dari kita juga dari kecamatan, kita akan memberi masukan dari warga kita begini-begini. Dan juga dicari apa solusinya. Dari kecamatan dan kelurahan ada terus nanti," jelas Bakwan Ferizan Ginting.

Kepala Humas PT KAI Eva Chairunisa menyampaikan, sebelum JPO dibangun, pejalan kaki masih bisa melintas. "Ke depannya juga akan dibuatkan jembatan penyeberangan di lokasi tersebut oleh DJKA Kemenhub sebelum fasilitas dibuat sementara waktu untuk pejalan kaki masih dapat melintas kecuali kendaraan," tutup Eva.

Pembangunan JPO di 2023

Pemerintah Kota Jakarta Pusat berharap pihak KAI dan pemangku kepentingan terkait jalur rel ini bisa membangun JPO. Urusan pembangunan JPO ditangani oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, spesifiknya adalah Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTP Jakban).

"DJKA Kemenhub melalui Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jakarta dan Banten (BTP Jakban) berencana membangun JPO tersebut tahun 2023. Saat ini sedang diusulkan anggarannya," kata Kepala BTP Jakban, Rode Paulus, kepada detikcom, Selasa (26/1).

Ada kekhawatiran warga setempat, JPO nantinya akan sepi dari pejalan kaki lantaran JPO biasanya punya tangga cukup curam. Desain JPO seperti itu bikin calon pelintas tidak mau naik menanjak ke JPO untuk menyeberang rel. Perlu tangga yang cukup landai supaya pejalan kaki tidak terlalu lelah menyeberang.

"Untuk desain, itu belum. Tahun ini akan dilakukan studinya," kata Rode Paulus.

Lihat juga video 'Kisah Pak Yit, Penjaga Perlintasan Kereta yang Diupah Rp 5.000':

[Gambas:Video 20detik]

(aik/aik)