KSAU Ungkap Alasan Ganti Nama Kohanudnas Menjadi Koopsudnas

Wildan Noviansyah - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 11:15 WIB
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo
Foto: Wildan detikcom
Jakarta -

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) resmi berganti nama menjadi Komando Operasional Udara Nasional (Koopsudnas). KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyebut, pergantian nama itu guna membuat operasi kendali menjadi lebih ringkas.

"Pada dasarnya, kita masih sama hanya kendali operasinya kini lebih ringkas, unity of command satu mengendalikan semuanya. Karena wilayah udara perbatasannya abstrak, imaginer kita bisa lihat hanya di radar," ujar Fadjar dalam acara peresmian Koopsudnas di Lapangan Mahokanudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/1/2022).

Selain itu, Fadjar berkata sejumlah aset milik TNI Angkatan Udara nantinya bisa digunakan secara bersama-sama. Dia menerangkan, sejatinya tidak ada perubahan yang signifikan yang terjadi karena pergantian nama tersebut.

"Dan penggunanya aset, atau istilahnya kekuatan udara, tidak lagi nanti korps III yang lalu, kami tidak memiliki pesawat tempur. Tidak sekarang pesawat tempur milik bersama, tergantung kebutuhan operasi, eskalasi ancaman dan lain sebagainya," tutur Fadjar.

"Koordinator Sishanudnas, peran itu akan tetap ada di Koopsudnas, hanya nanti kita bicarakan lagi masalah strata saja, tapi sistemnya masih tetap berjalan, tidak ada perubahan, karena unsur-unsur yang dibawah semuanya memiliki peran penting, baik unsur sensor radar, peluru kendali pertahanan udara pesawat buruh sergap, juga yang dari TNI AD dan juga KRI berkemampuan hanud," imbuhnya.

Lebih lanjut, Fadjar berharap pergantian nama tersebut dapat membuat kekuatan TNI Angkatan Udara lebih maksimal. Mengingat, adanya sejumlah fasilitas penunjang seperti pesawat udara, rudal serta sejumlah operasi dukungan bagi pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara.

"Diharapkan kita lebih optimum dalam menggunakan kekuatan udara, baik pertahanan udara, dimana ada radar, pesawat buruh sergap, dan rudal hanud. Dan juga operasi-operasi udara dukungan seperti angkutan udara, SAR, dan juga pertahanan pangkalan yang dilaksanakan oleh Paskhas saat ini berubah menjadi Kopasgat," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meresmikan Komando Operasional Udara Nasional atau Koopsudnas. Koopsudnas resmi menggantikan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).

Dalam sesi amanat, Fadjar mengatakan, dibentuknya Koopsudnas diharapkan bisa mewujudkan unity of command khususnya meningkatkan fokus serta koordinasi.

"Koopsudnas bertanggung jawab pada Panglima TNI sekaligus bertanggung jawab pada Kepala Staf Angkatan Udara. Ini adalah sebuah langkah strategis yang sangat menentukan, guna mewujudkan unity of command khususnya untuk meningkatkan fokus dan koordinasi dalam akses employment serta dalam pengerahan kekuatan angkatan udara," kata Fadjar.

Tonton juga Video: Permintaan Maaf KSAU Terkait Insiden Injek Kepala di Papua

[Gambas:Video 20detik]



(rak/rak)