Anies soal Ibu Kota Pindah: Tak Ada Efeknya pada Kemacetan Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 22:32 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan memenuhi panggilan KPK sebagai saksi di kasus dugaan pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur. Anies sempat mengacungkan jempol sebelum diperiksa sebagai saksi.
Gubernur DKI Anies Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) tidak akan berdampak pada kemacetan di Jakarta. Anies menyebut sektor pemerintahan hanya menyumbang 7 persen kemacetan Jakarta selama ini.

"Jadi tidak akan ada efeknya pada kemacetan di Jakarta karena kemacetan di Jakarta itu oleh kegiatan rumah tangga, kegiatan dunia usaha. So it doesn't make that difference," kata Anies Baswedan dalam YouTube Pemprov DKI Jakarta yang dilihat, Kamis (27/1/2022).

Eks Mendikbud itu mengatakan kemacetan Jakarta didominasi aktivitas masyarakat umur dan dunia usaha. Jadi Anies memandang yang perlu diupayakan ialah memastikan seluruh sektor, baik sektor usaha hingga rumah tangga berjalan optimal usai tak lagi menyandang status Ibu Kota Negara.

"Jadi kalau ditanya jajaran ini melayani pemerintah pusat, jarang, tapi melayaninya adalah kebutuhan rumah tangga dan dunia usaha, jadi sebenarnya dari sisi kita malah banyak ruang yang harus kita manfaatkan," tandasnya.

Di samping itu, Anies berupaya menjadikan Jakarta sebagai tempat berkumpulnya seluruh masyarakat dari berbagai kalangan. Mengingat, Jakarta merupakan kota megapolitan terbesar di belahan selatan dunia.

"Lalu di Jakarta ini kita punya keinginan juga agar simpul sosial, simpul budaya, simpul peradaban yang terbangun di kota ini itu bisa dijaga dan diperkuat. Bapak-Ibu sekalian, kota ini menjadi kota kumpulnya seluruh unsur bangsa karena itu kenapa kesetaraan jadi penting, keadilan jadi penting karena semua yang datang di kota ini harus bisa mendapatkan itu," ucapnya.

(taa/idn)