Beredar Edaran Ortu Tanggung Risiko Usai Anak Divaksin, Warga di Bone Protes

Zulkioli Natsir - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 21:30 WIB
Warga Bone protes soal edaran vaksin anak.
Warga Bone protes soal edaran vaksin anak. (Foto: Zulkioli Natsir/detikcom)
Bone -

Beredar surat edaran yang menyatakan orang tua bertanggung jawab atas risiko setelah anak dilakukan vaksinasi. Masyarakat Aliansi Peduli Anak Bone, di Bone, Sulawesi Selatan memprotes edaran tersebut.

Aksi sempat memanas. Terjadi cekcok dan adu argumen dengan pegawai saat peserta aksi mendatangi Kantor Dinas Kesehatan.

Massa mempertanyakan adanya temuan surat edaran itu. Massa menolak dan meminta isi surat tersebut direvisi dan dipertanggungjawabkan.

"Dalam aksi ini, kami mewakili para orang tua yang resah dengan dasar beredarnya surat pernyataan dari sekolah-sekolah di Kabupaten Bone yang menyatakan bahwa tanggung jawab dan segala resiko bagi anak yang sudah divaksin itu dilemparkan ke orang tua. Kami menuntut isi surat itu diubah dan tidak menekankan kepada para orang tua, dimana yang harus bertanggung jawab atas risiko pasca-vaksin itu harusnya pihak Pemerintah," kata Korlap Aksi, Eka Handayani saat diwawancara, Kamis (27/1/22).

Eka menjelaskan edaran surat itu juga ikut menyertakan intimidasi dan sanksi lisan dari pihak sekolah. Disebutkan proses vaksin merupakan persyaratan dan aturan wajib bagi para siswa agar tetap mendapat izin untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Sejumlah orang tua mengeluh, apalagi yang di kampung-kampung itu. Katanya ada sanksi kalau anak tidak ikut vaksin, maka kegiatan belajar siswa diserahkan ke orang tua dan tidak diperkenankan untuk ikut pembelajaran tatap muka di sekolah," ungkap Eka.

Pihak Dinas Kesehatan buka suara soal beredarnya edaran tersebut. Pihak Dinkes menyatakan baru mengetahui adanya edaran surat pernyataan tersebut.

"Terkait soal vaksinasi anak ini, Pak Bupati juga telah pimpin rapat. Kami bersama Dinas Pendidikan, Kemenag, dan seluruh Kepala Sekolah SD dan Madrasah dalam rangka mempersiapkan vaksin ini dan tidak pernah ada instruksi membuat surat pernyataan seperti itu. Kami memang memberikan petunjuk agar orang tua datang mendampingi anak di sekolah, tapi tidak memberikan petunjuk untuk membuat surat pernyataan seperti itu," ucap Sekretaris Dinas Kesehatan sekaligus Jubir Tim Satgas PPC-19 Kabupaten Bone, Yusuf kepada detikcom.

Yusuf menduga terbitnya surat pernyataan itu berasal dari inisiatif tersendiri dari pihak sekolah. Dalam hal ini dirinya menegaskan tidak akan memberlakukan adanya syarat tersebut.

"Kami juga tidak tahu kenapa ada surat edaran ini, mungkin bisa saja berasal dari inisiatif dari bawah mengingat kondisi di lapangan, bisa saja, lalu mereka saling bertanya dengan sekolah lain dan ini jadi viral. Langkah selanjutnya, kami tidak akan menjadikan ini syarat dalam pelaksanaan vaksinasi" kata Yusuf.

(idn/idn)