Di Acara Refleksi Imlek, Ketum PKB: Kebinekaan Tak Bisa Ditawar

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 16:37 WIB
PKB
Foto: dok. PKB
Jakarta -

Ketua Umum partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri acara Refleksi Tahun Baru Imlek di Vihara Avalokitesvara, Mangga Besar, Jakarta Barat. Dalam acara tersebut juga digelar kegiatan Bakti Sosial bagi warga yang tidak mampu.

Ketua Panitia Baksos Refleksi Imlek 2022 Fuidi Lukman mengungkapkan pihaknya menyiapkan 2.000 paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak, kroket, serta kacang hijau untuk dibagikan kepada warga tidak mampu.

"Kami laporkan setiap menjelang Imlek kita bisa menggelar menyambutnya dengan baksos. Kami menyiapkan 2.000 paket yang sebagian sudah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan tanpa diskriminasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).

Fuidi mengaku bangga terhadap komitmen Gus Muhaimin dalam menjaga kebinekaan dan kesetaraan di Indonesia. Salah satunya, diwujudkan dengan rutin menghadiri refleksi Imlek setiap tahun. Bahkan, ia menyebut PKB adalah satu-satunya partai yang selalu merayakan Imlek.

"PKB ini partai satu-satunya yang selalu merayakan Imlek kali ya. Termasuk saat ini menyambut tahun baru Imlek yang adalah tahun macan," ucapnya.

Sementara itu, Maha Bikshu Dutawira Mahastawira atau Suhu Beni juga merasa senang dengan komitmen PKB yang dinahkodai Gus Muhaimin dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Ia optimis jika PKB jaya maka kaum minoritas di Indonesia juga pasti jaya.

"Ketum kita sangat diharapkan untuk kemajuan NKRI, membawa kerukunan di masyarakat kita. Saya pribadi sangat yakin sekali PKB besar untuk NKRI, sangat berguna, PKB jaya khususnya bagi minoritas, Tionghoa bisa menitipkan nasib di PKB," tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh jemaah refleksi Imlek dan warga yang hadir untuk bersama-sama membesarkan PKB. Dengan begitu, Suhu Beni optimis kesejahteraan, kesetaraan dan kebinekaan akan semakin kuat dan harmonis.

Sedangkan dalam sambutannya, Gus Muhaimin menyatakan komitmen PKB menjaga kesetaraan dan kebinekaan akan terus terpatri kuat sampai kapanpun sebagaimana diajarkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Kebinekaan dan kesetaraan bagi saya adalah final dan tidak bisa ditawar. Sampai kapanpun saya dan PKB akan terus menjaga kebinekaan dan kesetaraan di antara kita. Karena itu adalah fakta yang tidak bisa kita bantah," tegasnya.

"Bersama PKB dan Gus Dur bangsa kita bisa mengakhiri diskriminasi, kita semua setara, tidak ada bedanya satu sama lain," pungkasnya.

Refleksi imlek tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun A Syamsurijal, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan, serta sejumlah tokoh dan jemaah Vihara Avalokitesvara.

(prf/ega)