Kelompok Adat Kalimantan Minta Komisi III DPR Kawal Kasus Edy Mulyadi

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 15:40 WIB
Jakarta -

Kelompok adat Kalimantan melakukan audiensi dengan Komisi III DPR RI terkait kasus Edy Mulyadi dkk. Mereka meminta jajaran pimpinan dan anggota Komisi III RI terus mengawal proses hukum kasus Edy Mulyadi dkk secara ketat.

Hal itu disampaikan dalam audiensi di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2022). Pantauan detikcom pukul 12.20, sejumlah tokoh adat Kalimantan menyambangi DPR. Mereka tampak mengenakan pakaian adat Kalimantan dengan corak yang khas. Kedatangan mereka kemudian diterima oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh.

"Terkait Edy Mulyadi tolong pimpinan segera koordinasi dengan Kapolri untuk bisa segera ditindaklanjuti karena ini akan membikin kegaduhan-kegaduhan," ujar perwakilan Aliansi Borneo Bersatu, Bambang Irawan, saat audiensi dengan Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Jubir Aliansi Borneo Bersatu, Rahmad Nasution Hamka, berterima kasih ke Komisi III DPR. Menurutnya, Komisi III DPR terbuka soal kasus Edy Mulyadi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan Komisi III beserta seluruh anggotanya yang telah menyampaikan kepada kami secara tegas dan jelas akan mengawal kasus ini sampai tuntas," katanya kepada wartawan.

Rahmad juga mengapresiasi informasi yang disampaikan kepada pihaknya terus diperbarui terkait perkembangan proses hukum terhadap Edy Mulyadi. Dia menyebut hal itu sebagai bentuk keseriusan legislatif dalam mengawal kasus Edy Mulyadi.

"Kemudian juga informasi yang disampaikan kepada kami cukup update bahwa rencananya hari Jumat Edy cs sudah akan dipanggil ke Mabes Polri. Ini merupakan suatu bentuk keseriusan," ujarnya.

Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis berang atas pernyataan Edy Mulyadi terkait Kalimantan yang diproyeksikan menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Yakobus menyebut pernyataan Edy telah melukai hati masyarakat Kalimantan.

Hal itu disampaikan Yakobus Kumis dalam konferensi pers bersama anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Lasarus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

"Tentu kami Majelis Adat Dayak Nasional dan seluruh tokoh-tokoh masyarakat Dayak agar persoalan ini atas pernyataan yang disampaikan Edy Mulyadi yang sudah merendahkan martabat, melecehkan seluruh masyarakat Kalimantan, bahkan Kalimantan sendiri sebagai tempat, yang kita lihat, yang viral, dikatakan sebagai tempat yang tidak layak untuk manusia, yang layak untuk monyet, untuk anak jin, genderuwo, dan sebagainya," kata Yakobus kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

(fca/gbr)