BOR RS COVID Capai 45%, Akankah Anies Tarik Rem Darurat Lagi?

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 14:53 WIB
Jakarta -

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di DKI Jakarta mencapai 45%. Pemprov DKI mengatakan belum ada rencana menarik rem darurat.

"Pada saat ini keputusannya mungkin belum untuk melakukan itu (rem darurat), dan analisanya kan dilakukan tiap minggu. Selain tiap hari kan tiap minggu dalam bentuk penetapan level PPKM yang juga berkoordinasi dengan pusat tentunya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

"Antara risiko dan kemudian memanfaatkan kita situasi saat ini masih bisa kita pada level PPKM level 2," sambungnya.

Sebagai informasi, BOR ruang isolasi di RS rujukan COVID-19 di Jakarta mencapai 45%, dan BOR ICU 14%. Jumlah kasus aktif atau orang yang menjalani perawatan di RS maupun isolasi karena COVID-19 tembus 14 ribu.

Kembali lagi ke Dwi. Dia mengatakan rem darurat bakal ditarik apabila keterisian RS terganggu karena laju penambahan kasus yang semakin besar. Faktor lainnya yang membuka peluang DKI menarik rem darurat, yakni makin longgarnya penerapan prokes COVID-19.

"Kalau rem darurat itu tentu kalau kita belajar dari kondisi sebelumnya maka tentu keseimbangan antara tempat isolasi tempat rumah sakit dan pertambahan kasus itu menjadi poin penting," ujarnya.

Dia mengatakan tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang ada di Jakarta masih aman. Menurutnya, BOR hingga 70 persen juga masih bisa dikelola dengan baik.

"Jadi tentu keterisian isolasi itu seperti dulu kita kan juga selalu pertahankan, berusaha bisa di angka 60-70 persen ya. Angka yang dianggap masih bisa di-manage dengan baik lah di faskes. Jadi saat ini dengan angka keterisian 45 persen relatif kondisinya masih ya cukup bisa dikendalikan di dalam lingkup kesehatan untuk kasus yang perlu perawatan," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.