Gudang Garam Kembali Menang Lawan Gudang Baru di Kasus Merek

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 14:39 WIB
gudang garam vs gudang baru
Ilustrasi Gudang Garam (Pool/Istimewa)
Jakarta -

Perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk kembali menang melawan merek rokok serupa, Gudang Baru. Pemilik Gudang Baru, Ali Khosin, tidak terima dan mengajukan kasasi.

Sebagaimana dirangkum detikcom dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/1/2022), kasus bermula saat Gudang Garam menggugat Gudang Baru pada awal 2021. Gudang Garam sebagai perusahaan rokok kenamaan dan besar, menuntut agar Gudang Baru ganti nama. Selain menuntut Gudang Baru, Gudang Garam menarik Kemenkumham sebagai tergugat 2.

Gayung bersambut. Permohonan Gudang Garam dikabulkan. Berikut ini amar putusan PN Surabaya:

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan bahwa Merek GUDANG GARAM + Lukisan milik Penggugat adalah Merek terkenal;
3. Menyatakan bahwa Merek GUDANG BARU + Lukisan No. IDM000381985, IDM000381705, IDM000491292, IDM000491291, IDM000528993, IDM000528994, dan IDM000528995, GUDANG BARU ORIGIN + Lukisan No. IDM000661350 dan IDM000661355, dan GEDUNG BARU + Lukisan No. IDM000528996 pada kelas 34 atas nama Tergugat I mempunyai persamaan pada pokoknya dan/atau secara keseluruhan dengan Merek Terkenal GUDANG GARAM + Lukisan milik Penggugat;
4. Menyatakan bahwa Merek GUDANG BARU + Lukisan No. IDM000381985, IDM000381705, IDM000491292, IDM000491291, IDM000528993, IDM000528994, dan IDM000528995, GUDANG BARU ORIGIN + Lukisan No. IDM000661355 dan IDM000661350, dan GEDUNG BARU No. IDM000528996 pada kelas 34 atas nama Tergugat I telah diajukan dengan iktikad tidak baik;
5. Menyatakan batal pendaftaran Merek GUDANG BARU + Lukisan No. IDM000381985, IDM000381705, IDM000491292, IDM000491291, IDM000528993, IDM000528994, dan IDM000528995, GUDANG BARU ORIGIN + Lukisan No. IDM000661350 dan IDM000661355, dan GEDUNG BARU + Lukisan No. IDM000528996 pada kelas 34 atas nama Tergugat I dengan segala akibat hukumnya;
6. Memerintahkan Tergugat II untuk tunduk dan melaksanakan putusan ini;
7. Memerintahkan Tergugat II untuk mencoret pendaftaran Merek GUDANG BARU + Lukisan No. IDM000381985, IDM000381705, IDM000491292, IDM000491291, IDM000528993, IDM000528994, dan IDM000528995, GUDANG BARU ORIGIN + Lukisan No. IDM000661350 dan IDM000661355, dan GEDUNG BARU + Lukisan No. IDM000528996 pada kelas 34 atas nama Tergugat I dari Daftar Umum Merek dengan segala akibat hukumnya;
8. Memerintahkan kepada Tergugat II untuk menolak semua permohonan pendaftaran Merek-Merek dengan basis kata GUDANG BARU, GUDANG BARU ORIGIN, dan GEDUNG BARU yang diajukan permohonannya oleh Tergugat I, perusahaan-perusahaan milik Tergugat I dan afiliasinya, dan/atau ahli warisnya, maupun yang diajukan oleh pihak ketiga lainnya kepada Tergugat II yang mempunyai persamaan pada pokoknya dan/atau secara keseluruhan dengan Merek Terkenal GUDANG GARAM + Lukisan milik Penggugat, dengan ketentuan apabila Tergugat II tetap mengabulkan permohonan tersebut hingga terdaftar maka pendaftaran tersebut dengan sendirinya batal demi hukum;
9. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar biaya perkara secara tanggung renteng sejumlah Rp. 3.109.000,- (tiga juta seratus sembilan ribu rupiah) ;
10. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya;

Atas putusan itu, Gudang Baru tidak terima dan kini mengajukan kasasi. Berkas kasasi sampai ke meja hakim agung pada 24 Januari 2022 dengan ketua majelis kasasi Yakup Ginting. Adapun hakim anggota dalam perkara kasasi nomor 427 K/Pdt.Sus-HKI/2022 itu adalah Dwi Sugiarto dan Panji Widagdo.

Ini merupakan gugatan Gudang Garam ke Gudang Baru untuk kesekian kalinya. Pada 2012, Gudang Garam melakukan gugatan merek dan menang di tingkat peninjauan kembali (PK). Pada tahu yang sama, Gudang Garam juga menempuh jalur pidana dengan hasil Ali Khosin dinyatakan bersalah.

"Biarkan saja, apa itu keputusannya," kata Ali Khosin saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Probolinggo, Kepanjen, Malang, Senin (2/4/2018).

Dia lantas menunjukkan sejumlah hak merek dari brand yang diproduksi sejak Gudang Baru dirintis pada 1993 silam. Dalam ruangan yang dimaksud itu terpampang enam bingkai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di salah satu sudut dinding ruang kerja itu. HAKI dikeluarkan sesuai dengan brand yang dimiliki dengan 3.000 lebih karyawan itu.

"Kami punya HAKI banyak, itu bisa dilihat," ujar Ali seraya menunjuk HAKI yang dimiliki Gudang Baru.

Untuk diketahui, pemilik saham mayoritas Gudang Garam Tbk adalah Susilo Wonowidjodjo. Ayahnya, Surya, mendirikan Gudang Garam pada 1958 hingga perusahaan tersebut sebagai salah satu industri rokok terbesar di Indonesia.

Kakaknya, Rachman Halim, mengambil alih seperempat abad kemudian hingga kematiannya pada 2008. Susilo kemudian menjadi presiden direktur sejak 2009 hingga kini, sementara saudara perempuannya, Juni Setiawati, menjadi presiden komisaris. Kekayaan Susilo mencapai USD 8,8 miliar atau Rp 118 triliun

(asp/zap)