Polisi Bongkar Modus Penagihan Pinjol di PIK: Ancam Rendahkan Martabat

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 13:46 WIB
Kantor pinjol di PIK, Jakut digerebek polisi
Kantor pinjol ilegal di PIK, Jakut, digerebek polisi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjol ilegal di PIK, Jakarta Utara. Dari hasil pemeriksaan, diketahui modus pegawai pinjol saat melakukan penagihan utang.

"Di antaranya adalah (dengan) pengancaman, kemudian meng-upload hal-hal yang bisa menurunkan harkat martabat derajat dari peminjam dan sebagainya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Total ada 99 orang yang ditangkap polisi dari kantor pinjol yang berlokasi di Ruko Palladium Blok G7, Jalan Pulau Maju Bersama, PIK, Jakarta Utara, itu. Satu di antaranya adalah manajer dan 98 orang lainnya adalah staf.

Dari 98 orang staf tersebut terbagi dua bagian pekerjaan. Salah satunya di bagian 'reminder'.

"Pertama sebagai tim reminder itu ada 48 orang dan tugas dari tim ini adalah mengingatkan sebelum jatuh tempo daripada peminjam 1-2 hari sebelum jatuh tempo. Maka tim reminder yang berjumlah 48 orang ini bertugas mengingatkan melalui media komunikasi yang tersedia di tempat kerja mereka ini," jelasnya.

Sisanya, juga menjadi tim pengingat atas keterlambatan pinjaman. Ada tenggat waktu yang ditentukan oleh pihak pinjol.

"Dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu keterlambatan 1-7 hari ada timnya sendiri. Kemudian, 8-15 hari, kemudian 16-30 hari, serta 31-60 hari. Ini tugas mereka di mana dalam mengingatkan tersebut dengan tempo-tempo waktu yang tadi ini tentunya disertai juga dengan tindakan-tindakan yang melanggar hukum," paparnya.

Tak Terdaftar di OJK

Lebih lanjut Zulpan mengatakan bahwa kantor pinjol tersebut tidak terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK). Mereka sudah beroperasi sejak Desember 2021.

Kemudian, kegiatan pinjol yang kami lakukan pengamanan hari ini dinyatakan ilegal karena tidak ada izin dari OJK. kemudian kegiatan pinjol ini melanggar ketentuan hukum.

"Ada 14 aplikasi yang mereka kelola di sini. Di antaranya adalah Dana Aman, Uang Rodi, Pinjaman Terjamin, Go Kredit, Dana Induk, kemudian Dana Online dan sebagainya," tuturnya.

Saat ini polisi masih memeriksa 99 orang tersebut. Polisi juga masih mendalami siapa pendana pinjol ilegal itu.

Simak Video 'Terbongkarnya Pinjol di Jakut Pekerjakan Anak di Bawah Umur':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)