1.836 Pil Ekstasi Berlogo 'Superman' Gagal Edar Jakbar, Pengedar Diciduk

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 12:38 WIB
Polisi ungkap peredaran ribuan pil ekstasi berlogo Superman di Jakbar
Polisi mengungkap peredaran ribuan pil ekstasi berlogo 'Superman' di Jakbar. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polsek Tanjung Duren mengungkap peredaran narkoba jenis pil ekstasi di Jakarta Barat. Total ada ribuan pil ekstasi yang disita petugas.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Rosana Albertina Labobar mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari penangkapan terhadap tersangka RAP (22). Dari tersangka itu, polisi kemudian menyita barang bukti pil ekstasi.

"Kami amankan sebanyak 1.836 butir pil ekstasi dan satu paket sabu dengan berat bruto 0,20 gram," kata Rosana kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Rosana mengatakan tersangka RAP mengaku mendapatkan dari pelaku inisial MA. Pelaku MA hingga saat ini masih berstatus DPO dan dalam pengejaran polisi.

"Dari barang bukti yang berhasil kami sita sebanyak 4.000 jiwa yang terselamatkan dengan estimasi jumlah nominal di pasar gelap sebanyak Rp 1 miliar," jelas Rosana.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Fiernando Adriansyah menjelaskan, tersangka RAP ditangkap di daerah Palmerah, Jakarta Barat. Awalnya tidak ada barang bukti yang ditemukan polisi dari penangkapan tersebut.

Polisi lalu melakukan pengembangan. Hasilnya, ribuan butir ekstasi itu disembunyikan pelaku di rumah kontrakannya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Namun ada yang menarik dari ribuan pil ekstasi tersebut. Barang bukti narkotika itu rupanya berlogo 'Superman'.

"Kami berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis pil ekstasi warna hijau berlogo superman sebanyak 1.836," kata Fiernando.

Fiernando menambahkan, pihaknya lalu melakukan pengembangan di Gambir, Jakarta Pusat, dan berhasil menyita barang bukti 11 butir pil ekstasi warna hijau berbentuk logo Superman yang terbungkus plastik transparan

"Beratnya 4,08 gram satu paket sabu yang terbungkus plastik klip transparan dengan berat 0,20 gram," katanya.

Pelaku RAP kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(ygs/mea)