WNA Ngamuk Gegara Ketinggalan Pesawat di Bali Pukul Petugas Avsec-Polisi

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 11:47 WIB
Foto: Bule ngamuk pukul tiga petugas di Bandara Ngurah Rai Bali dimediasi. (Dok. Polresta Denpasar)
WNA ngamuk memukul tiga petugas di Bandara Ngurah Rai, Bali, dimediasi. (Foto: dok. Polresta Denpasar)
Jakarta -

Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Yordania bernama Mohanad DM Naji (38) mengamuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. WNA tersebut mengamuk hingga memukul tiga petugas.

Adapun petugas yang dipukul adalah dua petugas aviation security (avsec) Lion Air bernama Akhmad Tio Irawan (26) dan I Nyoman Sudiasa (49) serta satu orang polisi bernama Gatut Suryadi.

"Korban Akhmad Tio Irawan dipukul di bagian leher belakang, I Nyoman Sudiasa dipukul di bagian mulut, dan Gatut Suryadi dipukul di bagian pipi kanan," kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (27/1/2022).

Sukadi menuturkan peristiwa WNA mengamuk hingga pemukulan tersebut terjadi di Gate 5 Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Peristiwa terjadi pada Selasa (25/1) sekitar pukul 19.40 Wita.

Awalnya, sekitar pukul 15.00 Wita, Mohanad DM Naji bersama rombongan sebanyak delapan orang, termasuk istri dan anaknya, bakal berangkat ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion air. Ketika itu, Mohanad DM Naji dan rombongan sudah menunggu di Gate 5 Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Meski sudah menunggu, Mohanad DM Naji beserta rombongan tak kunjung mendapatkan panggilan untuk masuk ke pesawat Lion Air. Karena itu, ia dan rombongan masih tetap menunggu.

Setelah beberapa lama tetap juga tidak ada panggilan masuk ke dalam pesawat, Mohanad DM Naji kemudian menanyakan kepada pihak maskapai Lion Air. Namun pihak maskapai Lion Air mengatakan pesawat yang bakal ditumpangi oleh Mohanad DM Naji sudah terbang ke Jakarta.

Mohanad DM Naji kemudian menanyakan kepada pihak maskapai Lion Air alasan rombongannya yang berjumlah delapan orang ditinggal. Padahal mereka sudah berada di ruang tunggu Gate 5 Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Karena mendapat perlakuan yang kurang bagus dari petugas Lion Air dan tidak mendapatkan penjelasan yang baik, selanjutnya Mohanad DM Naji menjadi emosional dan ingin masuk ke dalam kantor Lion Air, akan tetapi masih tetap dihalangi oleh avsec Lion air yang bertugas," terang Sukadi.

"Karena emosional, selanjutnya terjadi kesalahpahaman yang berbuntut pemukulan terhadap avsec Lion air. Petugas polisi melerai karena tidak ingin terjadi keributan juga mendapatkan pemukulan," imbuhnya.

Foto: Bule ngamuk pukul tiga petugas di Bandara Ngurah Rai Bali dimediasi. (Dok. Polresta Denpasar)WNA ngamuk memukul tiga petugas di Bandara Ngurah Rai, Bali, dimediasi. (Foto: dok. Polresta Denpasar)

Permasalahan tersebut akhirnya dimediasi di Mapolsek Kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sekitar pukul 20.00 Wita. Adapun pihak yang dimediasi adalah tiga orang korban dan Mohanad DM Naji selaku pelaku pemukulan.

Setelah dimediasi, tiga korban sepakat untuk tidak akan mempermasalahkan kejadian pemukulan yang dilakukan oleh Mohanad DM Naji di Gate 5 Terminal Keberangkatan Domeistik Bandara Internasional I Ngurah Rai, Bali. Mereka sepakat untuk tidak melanjutkan perkara itu ke jalur hukum.

Kemudian, Mohanad DM Naji telah mengaku bersalah dan meminta maaf kepada tiga korban atas perbuatan pemukulan yang dilakukannya. WNA Yordania itu mengakui pemukulan dilakukan karena emosi sesaat.

"Pemukulan dilakukan karena kepanikannya tidak bisa berangkat ke Jakarta karena ditinggal oleh pesawat Lion Air. Padahal rencananya, setelah terbang dari Bali ke Jakarta, besoknya Mohanad DM Naji akan berangkat ke Yordania untuk melihat dan menengok ibunya yang sakit keras," tutur Sukadi.

Tonton juga Video: Detik-detik Sepasang WNA Panjat Pagar Candi Prambanan

[Gambas:Video 20detik]




(yld/yld)