Sayonara Istilah OTT KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 07:00 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Foto: Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Sayonara OTT KPK, ucapan itu tampaknya pas diungkapkan karena istilah OTT di KPK tak akan lagi digunakan. Kini, KPK hanya akan memakai istilah tangkap tangan.

OTT adalah singkatan dari operasi tangkap tangan. Istilah itu biasa dipakai saat KPK menangkap tangan para pelaku tindak pidana korupsi.

Apa maksud OTT?

Dilansir dari laman kpk.go.id, menurut Pasal 1 butir 19 KUHAP arti tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya.

Atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.

Total 144 OTT KPK

Istilah OTT di KPK memang memiliki sejarah panjang. Sejak awal KPK berdiri, total ada 144 kali OTT yang digelar KPK.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri sempat memamerkan capaian OTT KPK. Saat itu, Ali mencatat total telah melakukan 141 OTT sejak KPK berdiri.

"Jika kita merujuk pada data dan fakta, selama KPK berdiri telah melakukan 141 kali OTT, yang 100 persen terbukti di persidangan," kata Ali kepada wartawan, Senin (10/1).

Namun, jumlah itu tercatat saat KPK menangkap Rahmat Effendi selaku Wali Kota Bekasi. Usai melakukan OTT terhadap Rahmat Effendi, KPK kembali melakukan tiga OTT berikutnya yakni OTT Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud, OTT Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, dan OTT Hakim PN Surabaya Itong Isnaini Hidayat.

Ali menyadari pihaknya menerima banyak pro-kontra perihal OTT KPK. Apalagi, pro-kontra itu muncul kembali saat KPK baru-baru ini melakukan OTT terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen.

Simak penjelasan KPK tak akan lagi pakai istilah OTT di halaman selanjutnya:

Lihat juga Video: Geram Tak Ada Hukuman Mati, Anggota DPR Usul Koruptor Jangan Divaksin

[Gambas:Video 20detik]