Pangdam Pattimura Pertemukan Tokoh Lintas Agama Redam Bentrok Maut di Maluku

Muslimin Abbas - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 22:06 WIB
Pertemuan tokoh lintas agama redam bentrok maut di Pulau Haruku, Maluku Tengah (dok. istimewa)
Pertemuan tokoh lintas agama redam bentrok maut di Pulau Haruku, Maluku Tengah (dok. istimewa)
Maluku -

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Richard TH Tampubolon mempertemukan sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat terkait bentrokan maut di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Mereka diminta mempercayakan penanganan bentrokan maut kepada aparat.

"Berikan kepercayaan kepada aparat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan langkah-langkah terbaik," kata Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Richard TH Tampubolon dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).

Salah satu yang hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua Sinode GPM Pdt Elifas Maspaitella. Dia mengatakan sebagai pimpinan umat beragama, seluruh masyarakat harus tetap tenang dan berkonsolidasi agar peristiwa di Maluku pada Tahun 1999/2000 tidak terulang.

"Kita sudah banyak belajar dari peristiwa itu. Untuk itu, maka saya mengajak kita semua sama-sama memelihara perdamaian dalam persaudaraan sejati di Maluku," kata Elifas Maspaitella.

Sementara itu, sekretaris majelis ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku H Abdul Hadji Latuconsina mengatakan konflik yang terjadi di Pulau Haruku bukanlah masalah agama sebagaimana sejumlah pemberitaan menyebutnya.

"Maka simbol-simbol keagamaan jangan disalahgunakan," kata Abdul Hadji.

Abdul menekankan agar masyarakat Maluku bisa menahan diri dan mendukung TNI-Polri menyelesaikan masalah yang terjadi tersebut.

Diketahui, pertemuan ini dihadiri perwakilan dari Gereja Khatolik Pastor Ricardus Nono Sukirno, perwakilan Walubi Maluku Wilhelmus W, dan perwakilan dari PHDI Maluku Dr I Wayan Sutapa serta tokoh masyarakat lainnya.

Kodam Patimura juga telah mengirimkan pasukan langsung ke tempat kejadian di bawah pimpinan Komandan Kodim 1504/Ambon bersama Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk mengambil langkah langkah guna meredam konflik Pulau Haruku.

(hmw/jbr)