Rektor Bakal Bentuk Satgas Usut Dugaan Kekerasan Seksual di UNY

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 18:55 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Viral di media sosial kasus dugaan kekerasan seksual di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sambil menunggu laporan dari penyintas, pihak kampus kini tengah menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Kasus dugaan kekerasan seksual itu diduga menimpa salah satu mahasiswi UNY angkatan 2019. Informasi kasus tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Sejumlah unggahan di Twitter menyebutkan terduga pelakunya merupakan salah satu senior di Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Sangkala Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY. Pihak kampus sedang menelusuri kebenaran tersebut.

"Belum (ada laporan), justru kami baru mencari. Kami belum dapat informasi dari pihak-pihak terkait. Tapi kami proaktif (menelusuri)," kata Rektor UNY Prof Sumaryanto seperti diberitakan detikJateng, Rabu (26/1/2022).

Sumaryanto mengatakan pihaknya akan segera membentuk satgas melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk menangani kasus tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan merevisi Peraturan Rektor No 17 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kekerasan Seksual di UNY mengacu pada Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021.

"Benar (akan membuat satgas), melibatkan unsur BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)," ujarnya.

Sumaryanto menyampaikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku jika terbukti bersalah. Sanksi, kata Sumaryanto, tidak hanya secara internal, tetapi juga sanksi secara hukum.

"Kami kan ada etika mahasiswa, etika dosen. Karena kami punya rambu-rambu itu, bisa menggunakan sanksi internal. Tetapi kalau sudah masuk ranah eksternal, publik, pidana, ya kami serahkan kepada penegak hukum," ucapnya.

BEM KM UNY Angkat Bicara

Ketua BEM KM UNY Ryan Maulia Muhammad mengecam dugaan kekerasan seksual tersebut. Dia menegaskan BEM bakal ikut mengusut tuntas kasus tersebut.

"BEM KM UNY mengecam segala bentuk kekerasan seksual. Kami akan mengawal dan mengusut hingga tuntas kasus kekerasan seksual yang terjadi," kata Ketua BEM KM UNY Ryan Maulia Muhammad kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

BEM KM UNY juga meminta kampus segera membentuk satgas pencegahan kekerasan seksual di kampus. Para sivitas akademika UNY juga diminta bersolidaritas dan menyuarakan keadilan kepada korban.

Pihak UKMF Sangkala FBS UNY telah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan salah satu anggotanya. Pernyataan sikap itu diunggah melalui akun Instagram resmi @sangkalafbsuny.

Melalui akun tersebut, Sangkala FBS UNY menyatakan komitmen untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan seksual tanpa pandang bulu, entah itu melibatkan anggota, pengurus inti (PI), Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), atau Dewan Pembina (DP).

Soal dugaan kekerasan seksual ini, Sangkala FBS UNY menjelaskan kasus ini diadukan kepada DPO pada Sabtu dua pekan lalu (15/1/2022). Terduga pelakunya disebut berinisial SR.

Pernyataan Sangkala FBS UNY

Pihak UKMF Sangkala FBS UNY mengeluarkan pernyataan sikap terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan salah satu anggotanya. Pernyataan sikap itu diunggah melalui akun Instagram resmi @sangkalafbsuny.

Melalui akun tersebut, Sangkala FBS UNY menyatakan komitmen untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan seksual tanpa pandang bulu, entah itu melibatkan anggota, pengurus inti (PI), Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), atau Dewan Pembina (DP).

Soal dugaan kekerasan seksual ini, Sangkala FBS UNY menjelaskan kasus ini diadukan kepada DPO pada Sabtu dua pekan lalu (15/1/2022). Terduga pelakunya disebut berinisial SR.

"Dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan terduga pelaku SR pertama kali diadukan kepada DPO pada 15 Januari 2022," jelasnya.

Menindaklanjuti laporan itu, DPO dan PI Sangkala FBS UNY telah berencana membentuk Tim Pencari Fakta yang melibatkan pihak-pihak berkompeten dan memiliki independensi dalam menyelesaikan kasus ini.

Dijelaskan pula, SR telah dinonaktifkan dari seluruh aktivitas organisasi dan dicabut hak-haknya sampai penyelidikan kasus ini terungkap. Selain itu, mereka juga meminta persetujuan dari penyintas untuk mendalami, menyelidiki, dan mengungkap kebenaran dugaan kasus kekerasan seksual itu. Selama proses tersebut, Sangkala FBS UNY menyediakan pendamping dan memberikan perlindungan baik secara fisik maupun psikis bagi penyintas.

Jika terduga pelaku terbukti bersalah, pihak Sangkala FBS UNY akan memproses kasus ini melalui jalur yang tepat.

"Sebagai tanggung jawab moril terjadinya kasus ini, kami siap menuntaskan dugaan kasus kekerasan seksual ini dengan mengutamakan keberpihakan terhadap penyintas. Kami tidak akan memberikan tempat bagi pelaku kekerasan seksual demi menciptakan ruang yang aman bagi seluruh anggota," tutup pernyataan sikap itu.

Baca berita selengkapnya tentang dugaan kekerasan seksual di UNY di sini.

(dek/knv)