Naik Gaji Hingga Camry

Motivasi Calon Hakim Agung

Naik Gaji Hingga Camry

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 06:06 WIB
Jakarta - Pendaftaran hakim agung telah ditutup Komisi Yudisial (KY). Sejumlah calon memiliki beragam keinginan jika nantinya duduk sebagai hakim agung.Keinginan yang mereka idamkan adalah mendapatkan gaji dan fasilitas yang lebih baik dari yang diperoleh dari jabatannya saat ini. Idaman lainnya adalah ingin mengendarai Camry."Kalau jadi hakim agung kan bisa dapat Camry," ujar salah satu calon hakim agung Zaharuddin Utama saat ditemui detikcom di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Jalam Letjen Soeprapto, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2006).Pernyataan Wakil PT DKI Jakarta itu cukup beralasan, pasalnya pada Januari 2006 lalu, MA membagi-bagikan mobil mewah Toyota Camry baru kepada 9 hakim agung.Zaharuddin juga mengidamkan memperoleh gaji yang tinggi dan fasilitas lainnya yang akan diterima saat menduduki kursi hakim agung. Pendapatan itu, lanjutnya, tentunya jumlahnya akan lebih besar dibanding yang diraihnya saat ini.Zaharuddin juga memiliki alasan lainnya. Menurutnya, menjadi hakim agung, merupakan puncak karir dari profesi menjadi hakim. "Iya dong. Itu kan puncak karir bagi seluruh hakim," tandas calon hakim agung yang dicalonkan MA ini.Namun demikian, Zaharuddin berharap, kelak dirinya akan berusaha menegakkan keadilan saat menduduki jabatan hakim agung. "Pokoknya saya akan menjadi hakim agung yang menjalankan visi dan misi MA," ujar Zaharuddin yang mengaku belum melengkapi syarat-syarat administratif yang diinginkan KY.Calon hakim agung lainnya yang dicalonkan MA, Hatta Ali, mengungkapkan hal senada. Menurutnya jabatan hakim agung merupakan dambaan bagi setiap hakim. "Saya kira jabatan hakim agung, dari segi fasilitas dan gaji akan lebih baik dari hakim tinggi," kata Sekjen Badan Peradilan Umum MA itu.Hatta Ali berjanji, saat menduduki jabatan hakim agung, dirinya akan bekerja sebaik mungkin dalam hal memutus perkara. "Itu kan intinya. Bekerja sebaik-baiknya," tandasnya.Sebelumnya, Suparno juga mengungkapkan hal senada. "Menjadi hakim agung adalah puncak karir menjadi hakim," ujar Direktut Hukum dan Peradilan MA itu.Namun, Suparno masih enggan menyebutkan visi dan misinya menjadi hakim agung. "Belum mas, karena tahapannya masih jauh. Ya beri kesempatan bagi saya untuk mengikuti proses selanjutnya," tandasnya.Sementara itu, calon hakim agung yang berasal dari jalur nonkarir, Romli Atmasasmita mengaku motivasinya menjadi hakim agung adalah untuk membantu Ketua MA. "Sebab di MA kan tidak banyak yang secara khusus menguasai wilayah hukum terorisme, HAM, dan korupsi," ujar Romli yang mengaku dicalonkan dari Unpad itu. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads