Bupati Ratna Klaim Tak Ada Masalah di Banyuwangi

Bupati Ratna Klaim Tak Ada Masalah di Banyuwangi

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 00:48 WIB
Surabaya - Meski ada penolakan sebagian masyarakat dan anggota dewan, namun Bupati Ratna Ani Lestari menegaskan di Banyuwangi tidak terjadi masalah apapun. Namun dia berjanji akan melakukan pendekatan dengan anggota dewan dan ulama setempat.Pernyataan Ratna ini disampaikan kepada wartawan usai konsultasi kepada Sekdaprov Soekarwo yang mewakili Gubernur Imam Utomo di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (9/5/2006).Kedatangan Ratna ini untuk konsultasi mengenai kasus yang dialami, dimana dewan dan ulama Banyuwangi mengusulkan pemerintah pusat untuk memberhentikan dirinya terkait sejumlah kebijakan yang dinilai berseberangan dengan kepentingan rakyat."Saya hanya melaporkan kepada gubernur mengenai aktivitas saya akhir-akhir ini. Bahwa saya sudah masuk kerja seperti biasa begitupula kondisi di rakyat," katanya.Yang mengagetkan, aksi yang terjadi selama ini ternyata tidak membuat Ratna resah. Ia menyatakan tidak ada apa apa di Banyuwangi. "Sampai saat ini keamanan Banyuwangi tetap kondusif. Masyarakat tetap bekerja seperti biasa," tegasnya.Kepada wartawan, Ratna didampingi Sukarwo menyatakan meskipun ada pembelokan isu terkait dirinya, namun dia menyakinkan tidak akan melakukan upaya perlawanan ataupun balas dendam.Namun meski begitu, Ratna juga berjanji akan melakukan pendekatan politik kepada parpol yang duduk di parlemen yang sebagian besar tidak menghendaki dirinya sebagai bupati. "Tentunya harus dilakukan komunikasi, salah satunya dengan PDIP. Tapi kalau bisa semua dengan parpol yang duduk di parlemen," jawabnya. Selain dengan parpol, langkah lain yang akan ditempuh istri Bupati Jembrana Bali, I Gde Winasa itu juga akan sowan ke para ulama untuk memberikan penjelasan mengenai kabar miring yang beredar terkait kebijakan dirinya. "Dengan ulama sudah kami lakukan. Memang ada miskomunikasi. Dan sudah saya jelasakan semuanya," katanya. Ia mencontohkan tuduhan larangan menggelar istighotsah itulah tidak benar. "Saya tidak pernah melarang masyarakat mengikuti istightosah. Jangan sampai masyarakat dibohongi. Misalnya warga diberitahu ada istighotsah dengan bupati, tapi sampai di sana diajak demo," katanya mencontohkan.Meski dirinya 'dianiaya' dengan berbagai tudingan miring, Ratna bersikap lapang dada dengan menerimanya itu semua sebagai kritikan yang membangun. "Yang jelas, saran gubernur saya tetap jalan sesuai koridor hukum dan mekanisme yang ada. Dan kita tidak akan melakukan balasan apapun. Yang penting masyarakat faham dengan kondisi sesungguhnya," tegasnya.Mengenai masih adanya ancaman demo menolak dirinya, Ratna menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. "Yang jelas saya tetap aktivitas seperti biasanya. Tadi malam saya melantik DPD di desa-desa, dan tidak ada apa-apa," ujar Ratna. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait