Pembunuh Sekeluarga di Serdang Bedagai Menyerahkan Diri

Pembunuh Sekeluarga di Serdang Bedagai Menyerahkan Diri

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 00:29 WIB
Serdang Bedagai - Dua dari tiga tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga berjumlah empat orang di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Kini keduanya mendekam di Mapolres Serdang Bedagai, di Sei Rampah, Serdang Bedagai. Kedua tersangka adalah Nasib Purba dan Ronald Sagala. Keduanya penduduk Kabupaten Tanah Karo. Mereka menyerahkan diri Selasa (9/5/2006). Sementara seorang lagi yang menjadi otak pembunuhan, Maruli Simanjuntak, masih buronan polisi. Dalam pemeriksaan polisi, keduanya mengaku nekad melakukan pembunuhan sadis tersebut karena dendam. Sebab dahulu keinginan salah seorang tersangka untuk membuka kedai tuak di lokasi objek wisata Pantai Klang dihalang-halangi oleh Nazarudin yang mengelola objek wisata tersebut. Sebagai petugas kutipan retribusi Pantai Klang, kata tersangka Ronald Sagala, Nazarudin melarang mereka membuka kedai tuak dengan alasan lokasi objek wisata tak pantas dibangun tempat minum-minuman keras. Selain itu, korban juga sering mengucapkan kalimat kasar kepada tersangka. Karena kesal dengan alasan tersebut, para tersangka sepakat menyantroni rumah Nazarudin untuk menuntaskan dendam. Dalam aksinya, para tersangka menggunakan golok, kapak dan pisau. Seisi rumah yang berjumlah empat orang mereka habisi dengan sadis. Selanjutnya senjata pembunuh dibuang ke sungai untuk menghilangkan jejak. Guna pemeriksaan lebih lanjut, kedua tersangka diamankan di Mapolres Serdang Bedagai. Keduanya diancam melanggar pasal 340, tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. Meski tersangka mengaku dendam sebab korban melarang mereka membuka kedai minuman dan sering memaki para tersangka, namun petugas Polres Serdang Bedagai menduga kasus pembunuhan 4 orang keluarga Nazaruddin kemungkinan terkait dengan sengketa perebutan lahan pengelolaan di Pantai Klang, yang dibuka sebagai lokasi wisata sejak dua tahun lalu."Kita masih menyelidiki kemungkinan perebutan lahan sebagai salah satu penyebab kasus ini," kata Kompol Dani Kustoni, Wakapolres Serdang Bedagai. Seperti diberitakan, kasus pembunuhan terjadi pada Senin (8/5/2006) di Dusun III, Desa Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan, sekitar 50 kilometer dari Medan, ibukota Sumut. Korban tewas adalah Nazaruddin, 38 tahun, istri Ratna (20), anak Damana (13) serta ipar Eko (25). Para korban tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacokan, tusukan dan sayatan. (mar/)


Berita Terkait