Polri Galang Pegiat Medsos Buat Kontranarasi Hasutan Mengarah Radikal

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 16:50 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Adhyasta-detikcom)
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 telah menindak sebanyak 364 terduga teroris sepanjang 2021. Polri menegaskan terus memantau provokasi yang mengarah ke aksi terorisme, khususnya di dunia maya.

"Ya Polri dalam hal ini Densus, selain melakukan penegakan hukum, tentu melakukan pencegahan. Pencegahan itu upaya-upaya yang dilakukan ya termasuk melakukan pemantauan terhadap penyebaran hasutan, provokasi radikal dan ekstrem yang berbasis kekerasan yang mengarah terorisme di dunia maya," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

"Itu dilakukan juga oleh kawan-kawan Densus, kemudian melakukan kegiatan kontra secara naratif terhadap hasutan provokasi ini merupakan bagian dari upaya-upaya preemtif dan preventif," sambungnya.

Ramadhan mengatakan, untuk melawan provokasi di media sosial, pihaknya menggandeng pegiat media sosial. Dia berharap hasutan radikal yang mengarah kepada terorisme akan terbantahkan.

"Kemudian juga melakukan penggalangan terhadap pegiat media ya penggalangan tersebut agar berperan aktif melakukan naratif ya, jadi ada kontra-kontra yang menghasut, kita menggalang pegiat media untuk melakukan kontranaratif," ucapnya.

"Jadi maksudnya kita melakukan penggalangan itu ketika ada hasutan-hasutan yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, hasutan yang mengarah kepada tindakan radikal," ujarnya.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah tokoh untuk mencegah radikalisme. Densus 88, sebut Ramadhan, juga berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait penegakan hukum bagi penyebar paham radikal di dunia maya.

"Tentu ada juga upaya-upaya bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat juga kelompok-kelompok masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme," ujar Ramadhan.

"Dan juga Densus juga pasti koordinasi dengan Bareskrim ya dalam rangka penegakan hukum terhadap penyebar paham radikal, yang mengarah teror, khususnya yang melanggar UU ITE," tuturnya.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait evaluasi kinerja 2021. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyampaikan temuan 600 akun. Adapun konten dari akun-akun tersebut tentang propaganda, termasuk anti-NKRI.

"BNPT telah melakukan monitoring terhadap situs akun di dunia maya yang berpotensi mengandung paham radikal, berdasarkan monitoring yang dilakukan dengan internal BNPT dikerjasamakan dengan stakeholder, termasuk Kominfo, kami telah mencatat setidaknya ada 600 akun berpotensi radikal dengan rincian konten propaganda 650," kata Boy saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (25/1/2022).

Boy merinci sebanyak 409 di antaranya berisi konten informasi serangan. Selain itu, kata dia, 147 konten bertemakan anti-NKRI.

(knv/knv)