Polda Maluku Tambah Satu Kompi Brimob Redam Bentrok di Pulau Haruku

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 13:14 WIB
Ambon -

Suasana mencekam terjadi akibat bentrokan antardesa di Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku. Polda Maluku mengirim satu peleton personel Brimob, ditambah satu kompi pada pagi hari ini untuk meredam situasi.

Seperti diketahui, dua warga tewas dalam bentrokan ini. Kemudian, dua warga lainnya dan satu polisi terluka.

"Kami sudah tugaskan satu peleton Brimob ke sana kemarin sore untuk mengamankan, ditambah dengan personel dari Polsek Pulau Haruku dan Koramil," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat kepada detikcom, Rabu (26/1/2022).

"Tadi pagi sudah kami tambahkan lagi satu kompi Brimob Polda Maluku," sambung dia.

Roem menyebut situasi di Desa Ori dan Desa Kariu saat ini sudah terkendali oleh aparat. Personel Brimob bersama TNI masih di lokasi.

"Dan saat ini sudah ada di TKP dan sudah mengendalikan TKP. Mereka bersiaga dan berjaga di sana," ucap Roem.

Roem mengimbau masyarakat agar tak menyebar video atau foto terkait konflik antardesa di Pulau Haruku tersebut. Roem menjelaskan, jika konten-konten terkait bentrokan terus disebarluaskan akan memancing situasi di Desa Ori dan Desa Kariu yang kini kondusif, dapat memanas lagi.

"Kami berharap masyarakat tidak menyebarluaskan video atau foto korban luka-luka karena bisa membuat situasi yang sudah kondusif sekarang, nantinya jadi panas lagi," tutur Roem.

"Kami minta partisipasi semua warga untuk menjaga agar di sini tetap damai," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan maut awalnya dipicu kesalahpahaman dua warga yang bertikai. Kedua warga itu kebetulan warga Desa Ori dan Kariu sehingga memicu konsentrasi massa dari kedua desa.

Pertikaian dua warga desa bertetangga itu memicu penganiayaan. Alhasil, kedua kubu saling serang.

Bentrokan antardesa tetangga itu juga mengakibatkan warga dan polisi terluka. Korban dievakuasi ke rumah sakit di Ambon untuk mendapat perawatan medis.

(aud/hri)