Awas Tambal Sulam di Ruas Tol Lampung-Palembang Membahayakan!

Prima Syahbana - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 10:40 WIB
Kondisi tambal sulam jalan Tol Lampung-Palembang dikeluhkan pengendara
Kondisi tambal sulam jalan Tol Lampung-Palembang dikeluhkan pengendara (Foto: Tangkapan layar video)
Palembang -

Kondisi jalan tambal sulam Tol Lampung-Palembang terus dikeluhkan pengendara. Jalan tersebut dinilai membahayakan pengendara, dan perbaikan didesak segera direalisasikan.

Warga yang melintas turut prihatin atas kondisi tambal sulam di ruas tol tersebut karena dinilai tak layak disebut sebagai jalan bebas hambatan. Keluhan itu disampaikan seorang warga, Maman, yang melintas dari Lampung dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/1) siang.

"Hari Minggu (23/1), sewaktu saya pulang dari Tulang Bawang, Lampung. Saya lewat tol itu. Ngerilah pokoknya, tambal sulamnya membahayakan sekali," kata Maman, seorang warga Lampung yang berdomisili di Palembang, kepada detikcom, Rabu (26/1/2022).

Tak hanya bercerita, Maman juga mengirimkan video yang direkam istrinya sepanjang melewati ruas tol tersebut, tepatnya di Km 299-300. Dalam video itu, terlihat Maman juga sempat terjebak lubang beberapa kali. Bahkan mobilnya sempat agak limbung ketika melintasi titik tambal sulam yang bergelombang.

"Ya bisa di lihat sendiri dari video yang saya kirim itu. Saya sempat kejebak lubang beberapa kali, terus mobil kerasa sedikit limbung saat melewati tambal sulam yang bergelombang itu," imbuh Maman.

Maman mengaku, saat ia dan keluarganya melintas di sana, kondisi cuaca cerah dan di siang hari. Dengan konsentrasi penuh, ia hanya berani memacu kecepatan mobilnya di kecepatan 70-80 kilometer per jam saja.

"Jalan siang, tidak hujan aja gini, apalagi malam dan hujan, pasti deg-degan banget, berasa uji nyali gitu. Padahal kecepatan mobil saya cuma sekitar 70-80-an, standar kan itu, nggak ngebut," terangnya.

Atas apa yang dia alami saat melintas di ruas tol tersebut, Maman mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan waspada. Terlebih ada beberapa titik di perbatasan jembatan yang membuat mobil sedikit terpental.

"Kalau yang di perbatasan jembatan itu juga harus hati-hati, karena bener-bener nggak ketahuan, ketinggian jalan sama jembatan sangat berbeda ternyata. Kaget, jadi rasanya kayak terbang gitu. Saya harap kepada semua masyarakat yang mau melintas harus hati-hatilah. Jangan sampai kehilangan konsentrasi, bahayanya itu loh, ngeri," jelas Maman.

Sebelumnya, perbaikan besar-besaran bakal dilakukan pada struktur Jalan Tol Trans Sumatera. Perbaikan itu akan dilakukan pada ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dan Kayu Agung-Palembang-Betung.

Hal ini sesuai dengan hasil kunjungan langsung yang dilakukan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ke dua ruas tol tersebut.

"Struktur jalan harus diperbaiki dan dipoles dengan teknologi terbaik. BUJT diminta melanjutkan rekonstruksi merujuk evaluasi yang sudah dilakukan Ditjen Bina Marga," ungkap Kepala BPJT Danang Parikesit dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/1/2022).

Danang mengatakan perbaikan besar-besaran harus dilakukan karena ada evaluasi standar pelayanan minimum di jalan tol yang tidak terpenuhi. Ada tiga masalah besar yang terjadi pada struktur jalan dua ruas tol ini, mulai lubang dan retak hingga penurunan permukaan jalan.

Sebagai contoh masalah jalan berlubang saja, menurut Danang, dari hasil temuan BPJT ada ratusan titik yang memiliki jalan berlubang di dua ruas tol tersebut.

"Untuk asesmen lapangan November lalu, ada 126 titik jalur yang ada lubangnya. Ini diidentifikasi melalui electronic SPM kita, ada yang tidak dipenuhi," kata Danang.

Lebih lanjut Danang mengatakan pihaknya memberikan waktu selama empat bulan mulai dari sekarang. Targetnya, bulan April ini dua ruas jalan tol di selatan Sumatera itu bisa selesai diperbaiki.

"Seluruh ruas ini harus tuntas memenuhi SPM pada April 2022, pemenuhan SPM harus 100 persen," ujar Danang.

(mud/mud)