Napi Otak Pembakaran Mobdin Lapas Pekanbaru Bakal Dipindah ke Nusakambangan

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 18:59 WIB
Tampang Otak Pembakaran Mobil Dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru (Foto: Raja/detikcom)
Tampang Otak Pembakaran Mobil Dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi mengungkap fakta soal narapidana kasus narkoba, Riko Silalahi, sebagai otak pelaku pembakaran mobil dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru. Riko dipastikan akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Kepastian pemindahan Riko disampaikan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Reynhard SP Silitonga. Di mana Reynhard turut hadir saat rilis kasus di Polda Riau mendampingi Kapolda Riau Irjen M Iqbal.

"Kehadiran saya ke sini untuk memberikan semangat pada petugas pemasyarakatan di Riau. Tentu kita sangat konsisten untuk meniadakan narkoba di seluruh lembaga pemasyarakatan," terang Reynhard, Selasa (25/1/2022).

Reynhard mengakui saat ini ada 271 ribu narapidana di seluruh lapas di Indonesia. Dari jumlah itu, 51 persen adalah terlibat kasus narkoba.

Selain itu, Reynhard menyebut teror yang menimpa petugas lapas di Riau berulang kali terjadi. Ia bersyukur kali ini terungkap dalang dan para pelakunya.

"Teror ini telah beberapa kali terjadi di Riau ini. Sehingga saya hadir mengucapkan terimakasih kepada Kapolda, di mana atas perhatian kapolda teror-teror ini terungkap," katanya.

Reynhard mengaku aksi teror ke petugas mulai terjadi saat pihaknya memutuskan memindah seluruh narapidana jaringan narkoba ke Lapas Nusakambangan. Sebab banyak dari bandar tidak terima.

"Sampai saat ini sudah ratusan dikirim ke Nusakambangan dan itu jadi persoalan kita. Ini pasti akan ada perlawanan dari para bandar, para pelaku yang masih main narkoba kita kirim ke Nusakambangan," katanya tegas.

Terakhir, ia memastikan bakal mengirim Riko ke Nusakambangan. Sebab, Riko dinilai jaringan dari peredaran narkoba.

"Tentunya ini juga (Riko), akan menyusul. Ini juga jadi pemain narkoba di Riau ini dan akan kami kirim ke Nusakambangan," kata Reynhard.

(ras/mud)