Polisi Siap Lindungi Keluarga Bos Asaba
Selasa, 09 Mei 2006 17:16 WIB
Jakarta - Kaburnya Gunawan Santoso yang menjadi otak pembunuh Dirut PT Asaba Boedyharto Angsono menimbulkan keresahan. Polisi siap melindungi keluarga almarhum Boedyharto dari kemungkinan aksi balas dendam Gunawan."Polisi wajib melindungi kalau memang ia (keluarga) merasa terancam," cetus Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Antron Bachrul Alam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo III, Jakarta, Selasa (9/5/2006).Sejauh ini belum ada permintaan perlindungan dari keluarga almarhum Boedyharto ke Mabes Polri. Tapi Anton akan melakukan kroscek jika mereka mengajukan permintaan tersebut melalui Polda Metro Jaya."Kita tanyakan dulu ke Polda Metro Jaya, tapi kalau ke Mabes belum ada permohonan," kata Anton.Anton menjelaskan, bentuk perlindungan yang akan diberikan berupa pengawalan polisi dalam kegiatan mereka sehari-hari. "Jadi kalau memang terancam, silakan melapor, kita akan bantu pengawalan," terang Anton.Gunawan adalah terpidana mati yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang pada 5 Mei lalu. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak, karena penjagaan LP Narkotika Cipinang berlapis banyak. Bahkan tak ada kerusakan gembok atau bangunan.Kaburnya Gunawan bukan hal baru. Sebelumnya ia pernah dua kali kabur. Bahkan operasi plastik dijalaninya untuk mengelabui aparat. Guna mencegah Gunawan operasi plastik lagi, Polri pun menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
(nvt/)











































