ADVERTISEMENT

Ekstradisi Diteken, Bagaimana Kabar Tersangka KPK Tannos di Singapura?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 14:25 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura resmi ditandatangani. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menegaskan kesepakatan ini membuat para kriminal tidak bisa bersembunyi di Negeri Singa.

"Koruptor, bandar narkoba, dan donatur terorisme tak bisa lagi sembunyi di Singapura," kata Yasonna dalam keterangan pers tertulis, Selasa (25/1/2022).

Menilik perkara di Indonesia, ada seorang tersangka yang selama ini diketahui berada di Singapura, yaitu Paulus Tannos. Dia merupakan tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan e-KTP yang ditangani KPK.

Tannos diketahui menjadi tersangka kasus e-KTP sejak 2019. KPK sudah mengetahui keberadaan Tannos kala itu.

"Proses di penyelidikan sudah ada interaksi awal dengan PLS (Paulus Tannos). Nanti kita lihat penyidik seperti apa, yang pasti kerja sama dengan otoritas setempat sudah dilakukan," ucap Wakil Ketua KPK saat itu Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

"Kita lihat apa bisa menghadirkan. Nanti penyidik sudah punya rencana untuk itu," imbuh Saut.

Tannos merupakan 1 dari 4 tersangka baru yang dijerat KPK kala itu. Tiga tersangka lainnya adalah Miryam S Haryani, Isnu Edhi Wijaya, dan Husni Fahmi.

Saut menyebut Tannos berperan sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI yang mengerjakan proyek e-KTP. Dalam Akta Perjanjian Konsorsium, disebutkan bahwa perusahaan itu bertanggung jawab atas pekerjaan pembuatan, personalisasi, dan distribusi blangko e-KTP.

Dari catatan detikcom, Tannos pernah pula diperiksa KPK pada Mei 2018. Saat itu Tannos diperiksa KPK di Singapura. Pada 18 Mei 2017, Tannos juga memberi kesaksian di persidangan e-KTP melalui telekonferensi karena sedang berada di Singapura.

Kabar Terakhir soal Tannos

Kabar terakhir mengenai Tannos pernah disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Menurut Alex, penyidik kesulitan memeriksa Tannos karena masih dalam pandemi COVID.

"Ini emang kesulitannya karena pandemi penyidik KPK juga belum bisa masuk ke Singapura, mudah-mudahan kalau sudah ada tanggapan dari Paulus Tannos itu dibalas biar mau diperiksa di mana itu," kata Alex dalam konferensi pers, Kamis (30/9/2021).

Alex mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti jika Tannos merespons surat KPK. Alex menyebut KPK akan mendatangi Tannos di Singapura apabila ingin diperiksa di sana.

"Nanti kita tindak lanjuti kalau dia maunya diperiksa di CPID (KPK Singapura) ya tentu kita ke sana, apa nggak bisa dilakukan penahanan tentu kita tidak punya perjanjian ekstradisi kan dengan Singapura," ujarnya.

Lebih lanjut, Alex menyebut KPK sudah beberapa kali mengirim surat pemanggilan untuk diperiksa. KPK juga sudah berkoordinasi dengan KPK Singapura untuk minta fasilitas untuk memeriksa Tannos.

"Paul Tannos ini domisilinya sekarang sudah di Singapura dan KPK beberapa kali sudah mengirimkan surat panggilan kepada yang bersangkutan, saya tidak tahu apakah sudah ada balasan nanti akan kita periksa," katanya.

"Misalnya kalau tidak bisa diperiksa di KPK Karena yang bersangkutan masih di Singapura tentu kita akan minta bantuan CPID KPK-nya Singapura supaya difasilitasi untuk dilakukan pemeriksaan. Dan ini sudah beberapa kali KPK berkoordinasi dengan CPID untuk melakukan saksi maupun yang menjadi tersangka kita periksa di kantor CPID, itu yang kami lakukan terkait dengan perkembangan perkara di e-KTP," sambungnya.

Kini setelah perjanjian ekstradisi dengan Singapura diteken, adakah langkah lebih maju yang akan diambil KPK? Kita tunggu saja aksi dari KPK.

Simak juga 'Ini Syarat Travel Bubble dari Singapura ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT