Usut Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Polisi Periksa Kadinsos-Warga Binaan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 13:54 WIB
Jakarta -

Aparat kepolisian mengusut kasus adanya kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. Sebanyak 11 saksi diperiksa terkait kasus tersebut.

"Telah dilakukan pemeriksaan atau mengambil keterangan semuanya 11 orang," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (25/1/2022).

Ramadhan menerangkan 11 orang yang diperiksa tersebut terdiri atas warga binaan hingga jajaran pejabat setempat. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Langkat juga diperiksa polisi.

"Ya terhadap pengurus. Pengurus itu tempat binaan tersebut, kemudian juga warga binaan, warga binaan itu yang dilakukan pembinaan. Kemudian kepala desa setempat, kemudian sekretaris desa setempat, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Langkat," tuturnya.

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Ilegal

Untuk diketahui, kerangkeng manusia yang dipakai sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba di rumah Bupati Langkat menjadi sorotan. Ternyata, kerangkeng tersebut tidak memiliki izin alias ilegal.

"Tidak berizin, tidak terdaftar sesuai dengan undang-undang," kata Ramadhan.

Ramadhan menyebut kerangkeng manusia itu dibuat pada 2012. Bupati Langkat sendiri yang menginisiasi pembangunan kerangkeng tersebut.

"Setelah ditelusuri dibangun sejak tahun 2012 atas inisiatif Bupati Langkat," terangnya.

Persoalan kerangkeng manusia ini mencuat dari laporan yang diterima oleh Migrant CARE. Polisi kemudian mengungkap kerangkeng itu untuk tempat rehabilitasi narkoba.

"Kita pada waktu kemarin teman-teman dari KPK yang kita backup, melakukan OTT. Kita melakukan penggeledahan pada saat itu datang ke rumah pribadi Bupati Langkat. Dan kita temukan betul ada tempat menyerupai kerangkeng yang berisi tiga-empat orang waktu itu," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Senin (24/1).

(rak/drg)