Mega: Saya Ini Memang Aneh
Selasa, 09 Mei 2006 16:53 WIB
Ambon - "Saya ini memang aneh." Pengakuan jujur yang unik ini tak tanggung-tanggung diungkapkan oleh Megawati Soekarnoputri. Pengakuan ini bukan hasil bisik-bisik, tapi diutarakan Mega secara terbuka saat berorasi di hadapan ribuan pendukung calon walikota dan wakil walikota jago PDIP, MJ Papilaja dan Olivia Latuconsina -- yang juga seorang perempuan -- di Lapangan Merdeka, Ambon, Selasa (11/5/2006) siang. Mega hadir di Ambon untuk berkampanye bagi pasangan itu. Pilkada Kota Ambon digelar 15 Mei nanti. Selain berkampanye, Megawati juga meresmikan kantor DPD PDIP Provinsi Maluku di Jl A Yani, Ambon. Dalam kampanyenya, Megawati meminta agar publik jangan meremehkan kaum perempuan. Sebagai bukti perempuan itu tangguh, dia bisa menduduki kursi presiden dan menggelar pemilu langsung. "Jadi ingat, perempuan jangan diremehkan loh," tandas Mega. Mega juga mempromosikan bahwa demokrasi yang dirintisnya telah diakui dunia internasional. "Tidak ada rusuh, tidak ada banjir darah. Ini membuktikan ketangguhan kaum perempuan," tegas Ketua Umum PDIP ini. Dia menyinggung jika ada orang berkata perempuan tidak bisa jadi pimpinan itu keliru. "Orang bilang perempaun itu hanya tukang ngerumpi, katanya perempuan tidak bisa pimpin. Itu bohong," cetus Megawati. Mega lalu mengaku sebagai perempuan aneh."Bayangkan, saya ini mantan anggota DPR 10 tahun, mantan wakil presiden, mantan presiden dan saat ini ketua umum partai. Jadi saya ini memang aneh," ujar Mega seraya menambahkan dia adalah pimpinan partai paling senior di Tanah Air.Mega juga menyatakan, kegagalannya menjadi presiden pada Pemilu 2004 adalah karena masyarakat Indonesia dibuai dengan janji-janji manis, dibuai dengan beras, gula, minyak oleh orang-orang yang memang tidak menginginkan dirinya jadi presiden. "Lihat saja sekarang, harga barang-barang itu. Jadi jangan terbuai dengan janji-janji manis itu," sindir putri Soekarno ini. Di akhir pidato kampanyenya, Megawati juga mengajak semua warga PDIP untuk memilih pasangan walikota dan wakil walikota Ambon yang diusung partai banteng gemuk itu. "Ingat pada hari pencoblosan, jangan pilih yang lain. Pilih nomor satu, yaitu Papilaja dan Latuconsina," teriak Mega disambut tepuk tangan massa.
(nrl/)











































