Sidang Pemeriksaan Terdakwa Penembakan Laskar FPI Ditunda

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 12:53 WIB
Jakarta -

Sidang pemeriksaan terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan dalam kasus penembakan (unlawful killing) laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek sejatinya akan digelar hari ini. Namun majelis hakim dalam kasus itu tidak lengkap sehingga sidang pemeriksaan terdakwa ditunda.

"Perlu kami sampaikan kepada jaksa penuntut dan terdakwa bahwa ketua majelis ada tugas lain yaitu mengikuti pelatihan teknis sehingga persidangan ini harus ditunda," kata Anggota majelis hakim Suharno, dalam sidang di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2022).

Sidang tersebut ditunda dan akan kembali digelar pada Rabu (2/2/2022) pekan depan.

Sementara itu penasihat hukum terdakwa, Henry Yosodiningrat mengatakan pihaknya juga tidak mau melanjutkan sidang jika majelis hakim dalam kasus ini tidak lengkap. Ia pun tidak mempermasalahkan jika hakim menunda persidangan.

Henry juga mengaku tidak memiliki persiapan khusus terkait sidang pemeriksaan terdakwa pekan depan. Ia meminta para terdakwa menyampaikan keterangan dalam sidang berikutnya berdasarkan fakta yang sebenarnya dan tidak mengarang-ngarang dalam kejadian penembakan anggota laskar FPI itu.

"Enggak ada persiapan apa-apa, kami hanya meminta kedua terdakwa ini agar memberikan keterangan apa adanya sesuai peristiwa yang terjadi. Jadi jangan memberikan yang ngarang karena apa, kami turut mempertanggungjawabkan di muka hukum, dan di hadapan Allah," ujarnya.

Diketahui, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50. Kedua polisi itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi, tetapi yang bersangkutan sudah meninggal dunia karena kecelakaan.

"Bahwa akibat perbuatan terdakwa (Ipda Yusmin) bersama-sama dengan Briptu Fikri Ramadhan serta Ipda Elwira Priadi (almarhum) mengakibatkan meninggalnya Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan M Suci Khadavi Poetra," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10/2021).

(yld/dhn)