Jenderal Dudung Endus Upaya Benturkan TNI-Rakyat soal Poster Haikal Hassan

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 12:23 WIB
Jakarta -

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman, menegaskan poster yang memuat informasi Haikal Hassan mengisi acara di Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha (UY), Malang, adalah berita bohong atau hoax. Dudung mengendus adanya upaya membenturkan TNI dan rakyat.

"Ya itulah salah satu kelompok-kelompok yang mencoba udah kelihatan kan, sudah ada kelompok yang mau benturkan TNI dengan rakyat, seakan-akan TNI mendukung," kata Dudung di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/1/2022).

Dudung mengaku sudah mengonfirmasi langsung mengenai poster tersebut ke bawahannya. Dia menegaskan tak ada kegiatan sama sekali di Yonif Raider 502 yang mengundang Haikal Hassan.

"Tidak ada kegiatan seperti itu, cuma reklamenya dihapus, diganti, bahwa kegiatannya di 502 padahal itu tidak ada sama sekali," katanya.

Penegasan soal poster yang memuat informasi Haikal Hassan mengisi acara di Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha (UY), Malang, adalah berita bohong atau hoax juga sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispen AD) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangan tertulis di situs TNI AD, Minggu (23/1). TNI AD mengatakan Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha (UY) tak memberi izin Haikal Hassan mengadakan pengajian dengan mengundang warga, mengingat situasi pandemi COVID-19.

"Akan tetapi, kegiatan tersebut tidak mendapatkan perizinan dari Satuan terkait, mengingat kondisi pandemi COVID yang masih terus berlangsung saat ini," kata Tatang.

Tatang menyebut poster yang tersebar di media sosial soal acara pengajian Haikal Hassan di markas Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha (UY) dibuat oleh tim IT dari Haikal Hassan. Tim IT tersebut, lanjut Tatang, telanjur mengunggah di akun Instagram.

Tatang menyampaikan pihak Yonif Para Raider 502 sudah meminta agar poster digital itu dihapus untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat. Terkait hal ini, Tatang menyatakan Yonif Para Raider 502/UY akan meminta pihak Haikal Hassan meminta maaf lewat keterangan pers.

Isi permintaan maaf yang diharapkan Yonif Para Raider 502 intinya menjelaskan informasi dalam poster tak benar dan dilakukan tanpa izin Yonif Para Raider 502.

Sebelumnya, video penolakan dan pengusiran Haikal Hassan eks Jubir PA 212 viral di medsos dan grup WhatsApp. Dalam video viral itu dinyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Malang, Jatim.

Dari pantauan detikJatim, dalam 3 video viral berdurasi 1 menit 19 detik, 1 menit, dan 1 menit 26 detik, tampak massa menolak kehadiran Haikal yang akan mengisi ceramah. Video viral tersebut viral di Twitter dan sudah dilihat ratusan ribu orang.

Massa mendatanginya dan mengusir Haikal Hassan sambil meneriakkan 'NKRI Harga Mati dan Pancasila'.

Simak penjelasan Haikal Hassan di halaman selanjutnya.