ADVERTISEMENT

Jenderal Dudung: Kelompok Radikal Masuk ke Masyarakat dalam Hitungan Menit

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 12:13 WIB
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meminta prajurit TNI AD mengantisipasi perkembangan kelompok radikal di masyarakat. Sebab, perkembangan kelompok radikal bisa masuk ke masyarakat dalam hitungan menit.

"Mewakili seluruh TNI AD, saya ingin menyampaikan hasil rapim bahwa kelompok radikal sudah masuk di beberapa elemen masyarakat, baik mahasiswa maupun yang lainnya. Karena itu, saya perintahkan kepada seluruh TNI AD agar mengantisipasi dan peka terhadap perkembangan tersebut. Perkembangan kelompok radikal hitungannya bukan hitungan jam/hari, tapi menit," kata Jenderal Dudung dalam apel gelaran pasukan jajaran TNI AD di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/1/2022).

Dia meminta jajarannya tidak ragu dan harus mengetahui di mana kelompok radikal berada. Menurutnya, saat ini prajurit TNI AD harus melakukan pembinaan ke masyarakat dengan diberi pemahaman bahwa kelompok radikal akan merusak kesatuan bangsa.

"Saya ingatkan ke seluruh TNI AD bahwa kalian sangat strategis. Oleh karena itu, pahami dan kuasai letak perkembangan mereka, lakukan dan jangan pernah ragu menghadapi mereka dan kita siap untuk menghadapi situasi apa pun," ucapnya.

"Jangan kita terbuai dengan tugas pokok menghadapi ancaman dari luar. Yang paling mungkin adalah ancaman dari dalam. Oleh karena itu, komandan sudah menentukan langkah antisipasi, kewaspadaan, agar prajurit kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi," tambahnya.

Lalu, Dudung pun memberikan amanat kepada para prajuritnya. Berikut tujuh amanat yang disampaikan Dudung dan harus dipedomani oleh prajurit TNI AD:

1. Implementasi serta marga sumpah prajurit dan 8 wajib TNI dimana kalian berada.
2. Tunjukkan jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional.
3. Pertajamkan kepekaan terhadap perkembangan situasi dan lakukan tindakan proaktif dari segala bentuk ancaman, terutama yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
4. Tegakkan kedaulatan dan pertahankan kesatuan NKRI sampai titik darah penghabisan.
5. TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat dalam bentuk apa pun.
6. Lakukan tindakan yang berdampak pada kesejahteraan rakyat agar menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap TNI AD.
7. Tingkatkan sinergisitas dengan pemerintah, Polri, dan komponen bangsa lainnya dengan tujuan mensukseskan program pemerintah.

(fas/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT