Lift Khusus Anggota DPR Bikin Jarak dengan Rakyat
Selasa, 09 Mei 2006 16:05 WIB
Jakarta - Aturan penggunaan lift khusus bagi anggota DPR (UU Lift DPR) menuai kritik. Aturan itu dinilai memberikan jarak dengan rakyat. Alasan keamanan yang disampaikan juga dinilai tidak masuk akal."Harus tidak dibedakan. Apa sih yang mereka wakili kalau bukan tamu-tamu seperti kita. Saya tidak sependapat kalau buat masuk lift aja dipisah-pisah," ujar Janlamardy dari Koalisi Kebebasan Beragama yang sedang audiensi dengan Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/5/2006).Hal yang sama juga diungkapkan anggota LSM Arus Pelangi, Widodo Budidarmo. Dia mengaku menjadi asing ketika masuk ke DPR karena untuk menggunakan lift mesti dibedakan antara anggota DPR dengan non-DPR."Kalau untuk kepentingan safety saya merasa aneh. Nggak seperti dulu. Dulu saya bisa berinteraksi langsung dengan anggota dewan. Dengan adanya lift ini seperti jadi ada jurang pemisah antara rakyat dengan wakilnya," kata dia.Ditambahkannya, akhir-akhir ini dirinya juga merasa sulit untuk bertemu dengan anggota komisi. Hal itu tentunya menyebabkan aspirasi rakyat menjadi tertunda."Saya sudah biasa ke DPR, bahkan bisa sebulan sekali. Tapi kalau seperti sekarang saya menjadi merasa aneh," ujar dia.Sejumlah tamu memang mesti antre untuk bisa naik ke lantai atas di Gedung Nusantara I. Sebab jumlah lift terbatas. Meski demikian ada juga tamu yang nekat dengan naik lift tidak dari lantai dasar, namun justru dari basemen yang tidak perlu repot melihat apakah lift tersebut khusus anggota DPR ataukah bukan.
(san/)











































