Polri: Stok Minyak-Gula Pasir di Jabodetabek Aman, Harga Ikuti Pemerintah

Mulia Budi - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 22:28 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan
Brigjen Ahmad Ramadhan (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Tim monitoring satgas pangan Polri telah mengecek ketersediaan stok minyak goreng dan gula pasir di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan sekitarnya. Tim monitoring tidak menemukan adanya kelangkaan.

"Hasil yang didapat, pertama berdasarkan hasil pengecekan minyak goreng dan gula pasir di wilayah Jabodetabek, Serang dan sekitarnya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Aceh, Babel, Sumsel, Kalteng, Bali, dan Sulut didapati bahwa ketersediaan stok aman," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Ramadhan mengatakan distribusi minyak goreng dan gula pasir berjalan lancar. Dia menyebut harga eceran keduanya juga sesuai dengan imbauan pemerintah.

"Distribusi minyak goreng program pemerintah dan gula pasir lancar, harga mengikuti harga eceran tertinggi sesuai arahan pemerintah, yakni minyak goreng kemasan satu harga Rp 14 ribu per liter, gula pasir 12.500 per kg," ujarnya.

Dia mengatakan tim monitoring tidak menemukan adanya bentuk pelanggaran. Tim monitoring juga tidak mendapati adanya aksi borong.

"Kita ketahui bersama bahwa Polri dalam hal ini satgas pangan sudah dan terus melakukan monitoring dengan kegiatan pengecekan ketersediaan stok, kemudian melakukan interview wawasan manajer di toko terkait respon dan kebijakan toko dengan adanya program pemerintah," kata Ramadhan.

"Kemudian melakukan monitoring observasi aktivitas konsumen yang membeli, dan tidak ditemukan antrean atau juga aksi borong," tuturnya.

Ramadhan menyebut satgas pangan akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, yakni Kementerian Perdagangan RI, produsen, dan distributor, untuk memastikan kesesuaian harga ecer dan stok.

"Sehingga program pemerintah dapat berjalan lancar dan kepentingan pelaku usaha juga terakomodir dengan baik, sehingga ketersediaan aman, distribusi lancar, dan harga minyak terjangkau oleh masyarakat," tuturnya.

Selain itu, Ramadhan menyebut tim monitoring akan melakukan pengawasan pasar secara berkelanjutan. "Melakukan penyelidikan jika ditemukan aksi borong dan penimbunan minyak goreng," ujarnya.

(isa/isa)