Polisi Buru Perampok Sadis yang Tewaskan Mahasiswi di Lampung Timur

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 21:51 WIB
ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Lampung Timur -

Polisi membentuk tim khusus memburu perampok sadis yang menewaskan mahasiswi, Leli Agustin (20). Identitas pelaku sudah dikantongi polisi.

Peristiwa mengerikan tersebut berlangsung di salah satu gerai layanan keuangan non kantor, Jumat (21/1) sekitar pukul 17.15 WIB. Korban yang bekerja di gerai itu tewas dengan luka tembak di wajah saat melawan perampok tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengaku sudah mengantongi identitas pelaku berdasarkan keterangan saksi. Total 5 saksi diperiksa.

"Identitas sudah kami kantongi, tinggal menunggu waktu," kata Pandra.

Ia menuturkan pelaku dalam menjalankan aksinya mendatangi lokasi perampokan menggunakan motor. Pelaku menggunakan jaket, celana pendek dan sandal.

"Tim gabungan dari berbagai polres sedang bergerak atas instruksi kapolda Lampung," ungkap dia.

Waspada Modus Serupa

Pandra menjelaskan pelaku memang menargetkan gerai layanan keuangan non kantor. Wilayah tersebut cukup banyak gerai serupa.

Menurutnya pelaku sengaja menyamar menjadi nasabah dengan nominal transaksi besar. Sehingga, pelaku bisa beraksi ketika uang tersebut tersedia.

"Modusnya menanyakan apakah uangnya ada. Nah banyak (target) seperti itu. Kita minta waspada. Karena berdasarkan aturan agen layanan keuangan ini tidak boleh transaksi lebih dari Rp 5 juta sehari per orang, ini kan sampai Rp 50 juta, harusnya curiga," pungkas Pandra.

Sebelumnya, aksi perampokan itu bermula saat pelaku menyamar sebagai nasabah mendatangi gerai dengan maksud bertransaksi Rp 100 juta sekitar pukul 13.00 WIB. Korban yang bertugas lalu berkonsultasi dulu dengan atasannya mengenai permintaan pelaku.

"Pelaku pun sempat meninggalkan TKP terlebih dahulu," kata Pandra.

Tak lama berselang sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku kembali mendatangi gerai. Namun, kali ini pria tersebut mengubah nominal transaksinya menjadi Rp 60 juta.

"Korban lalu menjawab hanya bisa menyanggupi Rp 50 juta saja. Pelaku lalu meminta izin meninggalkan lokasi untuk makan," jelas dia.

Pandra menuturkan 2 jam berselang tepatnya pukul 17.15 WIB, pelaku kembali datang menanyakan uang Rp 50 juta tersebut. Setelah memastikan uang tersebut ada, pelaku langsung merampok korban.

Perlawanan pun dilakukan mahasiswi Statistik Universitas Nahdlatul Ulama tersebut. Pelaku yang merasa terdesak dengan perlawanan korban, tiba-tiba mengeluarkan sepucuk senjata dan menembakannya.

"Korban tewas terkena tembakan di bagian pipi. Warga yang mendengar teriakan dan tembakan sempat mau menghalau pelaku, tapi malah ditembak juga, tapi meleset," ujar dia.

Lihat juga video 'Perampok Wanita yang Laporannya Ditolak Polsek Pulogadung Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/trw)