Hari Patriotik, Waket MPR Ungkap Peran Kemerdekaan Gorontalo untuk RI

Erika Dyah - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 21:03 WIB
Fadel Muhammad
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad menegaskan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 tak bisa dipisahkan dari kemerdekaan Gorontalo. Di hadapan anggota Kerukunan Keluarga Besar Gorontalo (Lamahu), pria yang juga merupakan Ketua Umum Lamahu ini juga menjelaskan sejarah Gorontalo yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia.

Fadel menerangkan pada 23 Januari 1942, Kemerdekaan Gorontalo diproklamirkan oleh Nani Wartabone. Sehingga kemudian tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Patriotik oleh masyarakat Gorontalo.

Menurutnya, peristiwa ini ialah kemerdekaan Indonesia yang pertama dan berkontribusi besar bagi terlaksananya proklamasi 17 Agustus. Pasalnya, sejak kemerdekaan Gorontalo itu, desakan terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan NKRI semakin kuat.

Ia menambahkan momen kemerdekaan Indonesia akhirnya tiba setelah tiga tahun Gorontalo Merdeka. Fadel mengatakan kemerdekaan Indonesia pun dilakukan menyerupai proklamasi kemerdekaan Gorontalo oleh Nani Wartabone pada 23 Januari 1942, yakni dengan pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan teks proklamasi.

Dalam kegiatan Syukuran 80 Tahun Hari Patriotik Tahun 2022 yang berlangsung Minggu (23/1), Fadel pun membacakan naskah proklamasi yang dibacakan Nani Wartabone pada proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942

"Pada hari ini, 23 Djanuari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka, bebas, lepas dari penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita Merah Putih. Lagu kebangsaan kita Indonesia Raya. Pemerintah Belanda sudah diambil alih pemerintah nasional," ujar Fadel dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).

Lebih lanjut, Fadel menjelaskan Nani Wartabone tidak lantas memisahkan diri dari Negara Republik Indonesia meski sudah memerdekakan diri dari penjajah lebih dulu. Bahkan, dalam naskah proklamasi tersebut, Nani Wartabone jelas-jelas menyatakan diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

"Banyak sikap-sikap Nani Wartabone yang patut diteladani oleh generasi sekarang, seperti keberanian, kerja keras, kesetiaan, hingga kesederhanaannya. Generasi muda juga harus turut membangun bangsa, sesuai kemampuan masing-masing," jelasnya.

Pernyataan serupa disampaikan Dewan Pembina Lamahu, Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Wiranto menyampaikan pada 23 Januari 1942 sudah merdeka lebih dahulu dibanding kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, kemerdekaan itu tidak hanya harus disyukuri akan tetapi juga harus dicari esensinya agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Nani Wartabone memiliki semangat yang besar, rela berkorban, dan tak pernah menyerah. Nilai-nilai itu harus dimiliki kembali, khususnya di kalangan generasi muda, untuk ikut membangun negara," ungkap Wiranto.

Untuk diketahui, pemerintah Provinsi Gorontalo pada masa kepemimpinan Gubernur Fadel Muhammad telah mengusulkan Nani Wartabone menjadi pahlawan nasional berkat perjuangan dan pengorbanannya. Usulan tersebut akhirnya diterima pemerintah, sehingga pada November 2003 Nani Wartabone resmi ditetapkan menjadi pahlawan nasional dari Gorontalo.

Sebagai informasi, peringatan Hari Patriotik Tahun 2022 mengusung tema 'Pahlawanku Inspirasiku'. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Fraksi Partai Gerindra MPR RI Elnino M. Husein Mohi. Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang hadir secara daring. Serta para ketua kerukunan masyarakat, dari Maluku, Papua, hingga Manado.

Lihat juga video 'Kapolda Gorontalo Pecat 3 Anggota Indisipliner: Saya Tidak Toleransi!':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)