PDIP Ingatkan Elite Demokrat Sentil Puan: Komentar yang Santun!

Eva Safitri - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 20:27 WIB
Junimart Girsang
Senior PDIP Junimart Girsang (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Senior PDIP Junimart Girsang membela Ketua DPR Puan Maharani yang disentil elite Demokrat Kamhar Lakumani. Junimart meminta Kamhar santun berkomentar.

"Kalau ada oknum dari partai lain menimpali cara Mbak Puan, saya kira perlu dipertanyakan ada apa dibalik cemoohan itu. Artinya berkomentarlah secara cerdas dan santun," kata Junimart kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

"Toh Ibu Mega kan sudah mengatakan ketika Pak SBY berpidato tidak bisa berinterupsi, ya dilakukan itu, kita taat asas, taat norma, taat perintah kita ini," lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu menyesali masih adanya orang berpandangan negatif terkait Puan. Dia lantas mengambil contoh seperti saat Puan menanam padi.

"Pokoknya Mbak Puan itu sebagai Ketua DPR perempuan, pertama, kita harus appreciate; kedua, saya hanya menyesali sebagian orang-orang ketika Mbak Puan turun ke daerah, menanam padi, atau dekat dengan rakyat selalu ada saja orang yang mencemooh, ambillah sisi positifnya, beliau sebagai ketua DPR, sebagai ketua DPR ya wajib dong, apalagi panggilan nurani," ucapnya.

Elite Demokrat Puji Megawati tapi Sentil Puan

Deputi Bapilu Demokrat Kamhar Lakumani awalnya memuji sikap Megawati Soekarnoputri yang mengancam pecat kader interupsi di sidang tahunan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia menilai sikap Megawati menjunjung etika politik kenegaraan.

Sebab, menurutnya, akan norak jika acara kenegaraan diwarnai interupsi.

"Ibu Megawati yang menjunjung tinggi konstitusi dan mengancam memecat kadernya yang kala itu berencana akan melakukan interupsi pada pidato penyampaian nota keuangan Presiden SBY tentunya kami apresiasi," kata Kamhar kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Kamhar lantas membandingkan dengan sidang paripurna yang bisa menyampaikan pendapat anggota. Tapi dia malah menyinggung Puan yang pernah mematikan mik.

"Menjadi tempat yang tepat sebelum UU disahkan jika ada pandangan yang berbeda. Namun yang dipertontonkan pimpinan dewan, khususnya saat Ibu Puan memimpin rapat sidang paripurna, bukan hanya pernah mematikan mik anggota DPR saat sedang berbicara, juga mengabaikan, bahkan langsung mengetuk palu sidang saat anggota DPR menyampaikan interupsi yang menjadi haknya, sebagaimana diatur di UU MD3 dan Tatib DPR," ujarnya.

Lihat juga video 'Cerita Megawati Pernah Ancam Pecat Kader Interupsi saat Sidang Era SBY':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/isa)