SBY Tak Perlu Stop Kasus Soeharto

Khawatir Ada Isu Intervensi

SBY Tak Perlu Stop Kasus Soeharto

- detikNews
Selasa, 09 Mei 2006 15:22 WIB
Jakarta - Penghentian kasus hukum mantan Presiden Soeharto menjadi wacana yang terus berkembang. Meski begitu, bila perintah penghentian keluar dari Presiden SBY, dikhawatirkan muncul anggapan pengintervensian hukum. Jadi SBY tak perlu meminta pemeriksaan hukum Soeharto dihentikan.Hal ini disampaikan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali usai menjenguk Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2006)."Kalau misalnya saya atau presiden meminta, dikhawatirkan ada pendapat kalau presiden melakukan intervensi di bidang hukum, karena itu punya koridor masing-masing," ujar Suryadharma yang berbalut batik putih.Namun demikian, secara pribadi Suryadharma setuju usulan dihentikannya proses hukum terhadap Soeharto. Ia bahkan memiliki rencana untuk berbicara langsung pada Jaksa Agung untuk menyampaikan usulan tersebut."Saya menganggap beliau pemimpin bangsa yang dihormati dan banyak jasanya. Saya setuju kasus ini ditutup dengan alasan kemanusiaan. Usianya sudah lanjut dan kondisi kesehatannya memang begitu, bukan dibuat-buat," kata mantan Ketua Komisi V DPR RI ini.Soal kondisi kesehatan Soeharto, pria kelahiran Jakarta itu tidak bisa berkomentar banyak. Ketika dijenguk, Soeharto sedang tidur. "Saya melihat dari kaca. Dia ada di ruang isolasi," imbuh pria berkacamata itu. Suryadharma hanya ngobrol dengan pihak keluarga, Mamiek dan Titiek. Perihal upaya pengobatan ke luar negeri, keluarga sama sekali tidak menyinggung.Alumnus Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta itu datang ke RSPP pukul 12.25 WIB. Pada pukul 13.10 WIB dia segera meluncur dengan mobil dinasnya yang bernomor polisi B 36. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads