Eurico Persilakan Gus Dur Menjenguk di LP Cipinang

Eurico Persilakan Gus Dur Menjenguk di LP Cipinang

- detikNews
Selasa, 09 Mei 2006 15:05 WIB
Jakarta - Eurico Guterres merasa mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ikut memberikan rekomendasi sehingga dirinya divonis 10 tahun penjara. Namun demikian ia menyambut baik rencana Gus Dur untuk menjenguknya."Saya kira tidak masalah Gus Dur ke sini. Saya punya kewajiban untuk menemuinya, sepanjang untuk ketahanan nasional. Lagipula dia tokoh masyarakat dan mantan presiden," kata Eurico.Eurico menyampaikan hal itu usai menerima kunjungan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2006).Eurico menyayangkan sikap Gus Dur yang sewaktu menjadi presiden pernah memberikan rekomendasi agar ia ditahan. Terpidana 10 tahun kasus pelanggaran HAM di Timtim itu mengaku serba salah dengan perintah pemerintah dalam kasus Timtim waktu itu."Saya menyerahkan senjata salah, mengangkat senjata salah. Akhirnya saya ditangkap," tuturnya mengenang.Eurico mengaku sangat rela jika negara mengorbankan dirinya untuk keutuhan NKRI. Tapi bila pelaku yang mengorbankan dirinya hanya oknum, Eurico akan sangat marah. "Apabila itu yang terjadi, apabila saya bebas akan saya hancurkan oknum itu," tandas Eurico.Ia lantas meminta pemerintah bersikap tegas dalam menangani kasusnya. Pemerintah harus menjelaskan kesalahan yang telah dilakukannya karena ia sendiri merasa justru telah menjalankan amanat UUD 1945."Kalau saya mempertahankan Merah Putih salah, umumkan pada rakyat. Mereka merobek Merah Putih di depan saya, berarti mereka harus mati. Kalau itu salah, salahnya di mana," protes Eurico.Sementara pengacara Eurico, Suhardi Soemoeljono menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan bukti baru (novum) untuk dijadikan dasar permohonan Peninjauan Kembali (PK). Novum itu adalah kunci gudang senjata di Timtim yang dulu diberikan kepada Eurico. "(Kunci) itu bukti ada suatu jebakan," kata Suhardi.Gus Dur pada Senin 8 Mei kemarin menyatakan ingin menemui Eurico dengan alasan demi kemanusiaan. Mantan Ketua Umum PKB itu menolak mengurai apa yang akan dibicarakannya dengan mantan Panglima Pasukan Pro Integrasi Timtim itu. Ia berkilah hanya ingin salaman saja. (iy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait