Siap Hadapi Persidangan, Ferdinand Hutahaean Minta Penangguhan Penahanan

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 17:30 WIB
Ferdinand Hutahaean sambangi Bareskrim Polri untuk penuhi panggilan polisi. Ia datang untuk diperiksa terkait kasus cuitan Allahmu ternyata lemah.
Ferdinand Hutahaean (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ferdinand Hutahaean hari ini menjalani tahap II atau penyerahan berkas tersangka dan barang bukti terkait kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah' dari penyidik kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Kuasa hukum Ferdinand, Muhammad Zakir Rasyidin, mengatakan kliennya siap menghadapi proses persidangan.

Zakir membenarkan kasus Ferdinand telah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU). Saat ini tinggal menunggu dakwaan kasus Ferdinand dilimpahkan oleh jaksa ke pengadilan.

"Pada prinsipnya kami dari tim kuasa hukum sudah sangat siap untuk mengurai fakta-fakta dan bukti-bukti dalam rangka membantah seluruh dalil pelapor yang diwakili oleh mitra kami, yaitu jaksa penuntut umum," kata Zakir dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Sementara itu, Zakir berharap permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan. Sebab, ia mengaku penyakit yang di derita Ferdinand berbahaya.

"Terlepas dari proses sidang yang tinggal menunggu waktu, kami berharap agar klien kami bisa ditangguhkan penahanannya, karena penyakit yang diderita klien kami, bukanlah penyakit biasa, sebab jika penyakit yang diderita tersebut Kambuh, maka bisa membuat Saudara Ferdinand Sampai Muntah Darah, ini berbahaya sekali," ungkapnya.

Sebelumnya, berkas tersangka dan barang bukti Ferdinand Hutahaean di kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah' ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus). Ferdinand Hutahaean akan segera disidangkan.

"Pada hari Senin, tanggal 24 Januari 2022, pukul 11.30 WIB, telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Penyidik Bareskrim Mabes Polri kepada Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat atas nama Tersangka Ferdinand Hutahaean," kata Kepala Seksi Intelijen, Kejari Jakpus, Bani Immanuel Ginting, dalam keterangannya, Senin (24/1).

Diketahui, Ferdinand Hutahaean dalam kasus ini diduga melakukan tindak pidana menyiarkan atau memberitahukan berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat umum, menyampaikan ujaran kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Akibat perbuatannya, Ferdinand disangkakan Pasal 14 ayat (1) UU RI No.1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, Pasal 14 ayat (2) UU RI No.1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 156a huruf a KUHP, Pasal 156 KUHP.


Awal Mula Kasus

Seperti diketahui, Ferdinand Hutahaean resmi menjadi tersangka karena kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah' di akun Twitter miliknya. Kini ia sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

Meskipun cuitan tersebut telah dihapus, sejumlah netizen berhasil meng-capture tulisan tersebut. Ferdinand Hutahaean lalu dipolisikan terkait cuitan tersebut.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," demikian isi cuitan Ferdinand.

Simak juga video 'Ferdinand Hutahaean Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)