Edy Mulyadi Juga Dilaporkan ke Polda Kaltim soal 'Tempat Jin Buang Anak'

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 12:30 WIB
Edy Mulyadi sebut Prabowo Subianto Macan Jadi Mengeong
Edy Mulyadi (Firda Cynthia/detikcom)
Jakarta -

Puluhan warga Kalimantan Timur (Kaltim) dari sejumlah kelompok mendatangi Polda Kaltim hari ini. Mereka mempersoalkan Edy Mulyadi yang diduga melakukan dugaan penghinaan dengan menyebut 'tempat jin buang anak'.

"Sebagian sedang buat laporan di SPKT Polda Kaltim. Sementara diterima di SPKT," ujar Kapolda Kaltim Irjen Imam Sugianto saat dimintai konfirmasi, Senin (24/1/2022).

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo mengatakan ada sekitar 50 orang yang datang ke Polda Kaltim. Yusuf menepis tudingan bahwa mereka melakukan aksi, melainkan membuat laporan polisi (LP) untuk melaporkan Edy Mulyadi atas pernyataannya.

"Di polda saja. Itu bukan aksi. Pengen bikin laporan pengaduan. Bukan aksi. (Dari unsur) Ormas Dayak, dari Satuan Wanita Kalimantan Timur, ada 4 kelompok pokoknya. Cuma 50 (orang)," kata Yusuf.

Yusuf mengatakan LP diterima oleh Polda Kaltim. Saat ini, pelapor sedang dimintai keterangan polisi.

"Sudah jadi 1 LP. Sedang dibawa ke Krimsus untuk diambil BAP, keterangan," tuturnya.

Dalam video yang dilihat, terlihat Edy Mulyadi menyebut Kalimantan Timur sebagai 'tempat jin buang anak'. Selain itu, dia menyebut segmentasi di Kaltim ialah 'kuntilanak' hingga 'genderuwo'.

"Ini ada sebuah tempat elit punya sendiri, yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak. Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, nggak apa-apa bangun di sana," teriak Edy Mulyadi.

Diketahui, Forum Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur mengadukan Edy Mulyadi karena pernyataan yang diduga menghina Kalimantan ke polisi. Edy sebelumnya juga sudah dilaporkan gara-gara ucapan terhadap Menhan Prabowo Subianto soal 'macan mengeong'.

Kelompok tersebut mendatangi Polresta Samarinda, Minggu (23/1). "Kami melaporkan Edy Mulyadi terkait ujaran kebencian yang menyakiti hati masyarakat PPU dan Kalimantan yang diucapkannya di kanal YouTubenya," kata perwakilan Pemuda Lintas Agama Kaltim, Daniel A Sihotang.

Sebagai pelapor, Daniel yang didampingi GP Ansor, GAMKI, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, Pemuda Konghucu di Provinsi Kalimantan Timur, mengaku telah di-BAP pihak kepolisian."Sudah di-BAP untuk dimintai keterangan oleh penyidik terkait laporan yang kami sampaikan", ujarnya.

Mereka mempersoalkan pernyataan Edy Mulyadi soal 'tempat jin buang anak, 'genderuwo', 'kuntilanak' yang terdengar dalam video yang dipermasalahkan. Itu diduga mereka sebagai berita bohong dan dugaan penghinaan yang dapat menyulut masyarakat Kalimantan.

"Kata-kata Edy ini yang bilang Kaltim tempat jin buang anak sangat meresahkan masyarakat di sini, itu sebabnya kami mengadukan ke pihak berwajib," ujar Daniel.

Selanjutnya, Edy Mulyadi meminta maaf atas pernyataannya.