Walkot Idris Tinjau Hari Pertama PTM 100 Persen di SMPN 3 Depok

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 10:35 WIB
Wali Kota (Walkot) Depok, Mohammad Idris meninjau PTM 100 persen di SMPN 3 Depok
Wali Kota (Walkot) Depok Mohammad Idris (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Pemkot Depok menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen hari ini. Para siswa SMPN 3 Kota Depok terlihat antusias saat memasuki sekolah untuk melaksanakan PTM 100 persen.

Wali Kota (Walkot) Depok Mohammad Idris meninjau PTM 100 persen di SMPN 3 Depok hari ini. Idris mengatakan prokes terus berjalan selama PTM 100 persen dilaksanakan. Para siswa juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke area sekolah.

"Sekarang kita menyebar melihat kesiapan kalau by phone kemarin sudah siap ya sistemnya, sudah siap. Nanti kita lihat di lapangannya, makannya tidak ada pintu lain yang dibuka hanya satu pintu sehingga anak-anak bisa menggunakan aplikasi PeduliLindunginya berjalan dan prokes dari awal hingga masuk kelas juga berjalan," kata Idris di SMPN 3 Depok, Senin, (24/1/2022).

Idris juga mengatakan ada beberapa pengetatan yang dilakukan dalam pelaksanaan PTM 100 persen, di antaranya masalah jajanan di luar sekolah hingga jam pelajaran. Siswa diimbau untuk tidak jajan di luar sekolah untuk mencegah penularan COVID-19.

"Pengetatan masalah jajanan dan kita cek masalah jam pelajaran, jam pelajaran jangan sampai dilebihkan, jam pelajaran itu enam jam pelajaran maksimal, satu pelajaran 45 menit, jangan dilebihkan," jelas Idris.

"Sebab itu sudah maksimal, dan segera anak-anak diminta pulang jangan mampir ke mana-mana terutama istirahat, sekolah ditutup sehingga mereka tidak keluar," sambungnya.

Wali Kota (Walkot) Depok, Mohammad Idris meninjau PTM 100 persen di SMPN 3 DepokSuasana PTM 100 persen di SMPN 3 Depok. (Nahda Rizki Utami/detikcom)

Idris juga menyebutkan setiap sekolah di Depok sudah dipastikan terdapat Satgas COVID-19 untuk mengawasi prokes yang sudah diterapkan. Idris meminta seluruh pihak tidak panik dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Di setiap sekolah sudah dipastikan ada satgas, satgas ini yang monitoring, membantu kita untuk melaksanakan pengawasan terhadap prokes yang telah ditetapkan," ucap Idris.

"Iya semua juga virus jangan sampai membuat kita panik, kita melaksanakan kegiatan sesuai arahan dari para medis, para pakar untuk selalu kita melaksanakan prokes intinya itu," tambahnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas delapan, Kaindra mengaku senang melaksanakan PTM 100 persen di sekolah. Sebab, dia sudah dua tahun tidak merasakan PTM 100 persen.

Wali Kota (Walkot) Depok, Mohammad Idris meninjau PTM 100 persen di SMPN 3 DepokSuasana PTM 100 persen di SMPN 3 Depok. (Nahda Rizki Utami/detikcom)

Kaindra juga mengaku takut mengikuti PTM 100 persen, mengingat saat ini kasus COVID-19 meningkat. Namun, Kaindra melakukan antisipasi, seperti tetap memakai masker, membatasi aktivitas di luar, serta melakukan vaksinasi.

"Senang soalnya kita baru pertama kali 100 persen di SMP, jadi kita udah sekitar dua tahun nggak full kayak gini. Kelas VIII iya baru ngerasain 100 persen, baru kenal teman-teman yang lain juga kan kemarin beda sesi jadi kita sekelas, tapi rasanya kayak beda kelas," kata Kaindra.

"Iya, takut soalnya kan COVID sekarang juga makin naik, jadi kita prokesnya masih. Tetap pakai masker tuh di luar juga dibatasi. Sudah (vaksin COVID-19) dua kali," tambahnya.

(yld/yld)