KSPSI Tetap Tolak Ikut Bahas Revisi UUK
Selasa, 09 Mei 2006 13:10 WIB
Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menegaskan sekali lagi tidak akan mengikuti pertemuan-pertemuan apapun yang membahas revisi UU Ketenagakerjaan."Semua serikat pekerja sepakat untuk tidak hadir dalam lembaga atau forum tripartit yang membahas revisi UU Ketenagakerjaan," kata Ketua KSPSI Sjukur Sarto usai simposium tripartit mengenai outsourcing di Hotel JW Marriott, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (9/5/2006).Menurut Sjukur Sarto, sekecil apapun pintu terbuka, air bah bisa masuk. "Kalau air bah masuk, kita akan menjadi korban," ujarnya.Pertemuan tripartit dan bipartit yang akan diikuti oleh KSPSI akan diikuti jika membahas persoalan kendala-kendala investasi."Kita punya konsep untuk itu. Kita punya 8 hal mengenai persoalan investasi termasuk infrastruktur, korupsi, dan sebagainya. Tapi tidak UUK, karena tidak ada hubungannya dengan kendala investasi," tegas dia.Saat ini KSPSI mencoba mendorong DPR untuk mengeluarkan pernyataan tegas revisi UUK. "Saya yakin akan dapat dukungan dari DPR untuk menolak revisi UUK. Statemen-statemen Agung Laksono dan fraksi-fraksi sudah mendukung," terangnya.Selain itu Sjukur juga menyebutkan percuma berunding dengan pengusaha membahas UUK. Karena bisa saja nanti ketika dilakukan perundingan, pemerintah tetap membahas revisinya.Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi menyebutkan akan ada pertemuan bipartit antara pengusaha dengan buruh pada 12 Mei mendatang. Salah satu agendanya adalah membahas revisi UUK.
(san/)











































