Akhir Tragis Mahasiswa Ubaya Meninggal di Gunung Penanggungan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 22:15 WIB
mahasiswa ubaya meninggal saat mendaki Gunung Penanggungan Mojokerto
Mahasiswa Ubaya meninggal (Foto: Enggran Eko Budianto)
Surabaya -

Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Ubaya (Mapaus) di Gunung Pananggungan menimbulkan korban jiwa. Erfando Ilham (19) meninggal dalam perjalan turun gunung.

Mahasiswa Fakultas Psikologi Ubaya itu mengikuti kegiatan Adventure Traning di gunung selama 3 hari. Total ada 12 peserta, salah satunya Erfando.

"Peserta 12 orang, panitia 6 orang. Hari Rabu kami sampai di Pos Kedungudi (Kecamatan Trawas, Mojokerto) menginap satu malam," kata kata panitia Adventure Training Mapaus Yoga Murdana (22) kepada detikjatim, Minggu (23/1/2022).

Yoga menceritakan peserta memulai pendakain keesokan harinya sekitar pukul 10.00 WIB menuju Lembah Kemuncak hingga akhirnya tiba pukul 16.00 WIB untuk kegiatan bivak alam dan kompas malam.

"Kegiatan di Lembah Kemuncak bivak alam dan kompas malam. Karena cuaca berkabut membahayakan para peserta, kompas malam kami tiadakan, diganti peserta istirahat," terang Yoga.

Setelah istirahat, peserta dibangunkan pagi buta untuk melanjutkan pendakian ke Lembah Mayit yang berjarak tempuh satu jam.

Para peserta menjalani latihan panjat tebing dan repling di Lembah Mayit hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Setelahnya, rombongan kembali ke tempat berkemah di Lembah Kemuncak.

"Kemudian isoma. Jumat malam itu ada gim, yel yel, menghafal kode etik pecinta alam sampai sekitar jam 9 malam. Setelah itu semua peserta istirahat," jelasnya.

Sabtu (22/1) sekitar pukul 09.00 WIB, kata Yoga, para peserta melanjutkan perjalanan ke Puncak Sara Klopo. Rombongan sampai di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

"Di lokasi ini kegiatannya navigasi darat, kompas siang, ada materi SAR mencari korban. Sekitar jam 4 sore kami sudahi," ungkapnya.

Simak juga 'Napak Tilas dan Kesaksian Bocah Hilang di Gunung Guntur':

[Gambas:Video 20detik]