PSI soal 'Hajar' Anies untuk Naikkan Suara: Tugas Kami Mengawasi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 20:35 WIB
Rian Ernest
Rian Ernest (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Relawan Anies Baswedan, Geisz Chalifa menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendongkrak elektabilitas dengan cara mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Politisi PSI Rian Ernest menyebut partainya sebagai oposisi memang sudah tugasnya mengkritik kerja eksekutif.

"Simple-simple, kalau hari ini yang menjadi gubernur adalah Bang Geisz Chalifa, kami juga akan kritik dan mengawasi tugas dari Bang Geisz Chalifa, tapi hari ini secara jabatan, secara demokratis, yang menjadi Gubernur kan Anies Baswedan dan kami punya 7 orang anggota dewan PSI di sana," kata Rian di Bangi Kopi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2022).

"Tugas kami memang dari hari ke hari mengawasi, memastikan kinerja pemerintahan kita bagus, penggunaan anggarannya tepat sasaran, tepat guna, tepat manfaat itu saja yang kami akan fokuskan," sambungnya.

Rian menyebut elektabilitas partainya akan melejit karena kinerja-kinerja yang dilakukan oleh PSI. Rian mengklaim elektabilitas PSI saat ini meningkat.

"PSI akan mendapatkan elektabilitas dari kinerja PSI dan dari kritik PSI terhadap anggaran di DKI Jakarta, kinerja Gubernur Anies dan misalkan pencapaian janji-janji Gubernur Anies Baswedan," katanya.

"Sekali lagi elektabilitas itu akan didapatkan dari kinerja kita, kinerja PSI. Semakin PSI mengkritisi berbasiskan data dan fakta, kami optimis elektabilitas kita akan meningkat dan sekarang pun disurvei kita sudah meningkat," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, Geisz Chalifa menyebut PSI mendongkrak elektabilitas dengan cara mengkritik Anies. Geisz bahkan berkelakar singkatan PSI kini menjadi partai seputaran Ibu Kota.

"Nah PSI supaya kelihatan suaranya ada, ya caranya hajar Anies, jadi naiklah, tapi kan partainya partai se-Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia, substansinya partai seputaran Ibu Kota, substansinya," kata Geisz dalam Diskusi Total Politik di Bangi Kopi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Geisz menilai PSI tidak tepat mengkritik jika hanya untuk menjegal Anies di Pilpres 2024. Menurutnya, Anies tak memiliki apa-apa untuk maju menjadi calon presiden, kecuali dengan prestasi.

"Karena kan kalau dia beneran partai, yang dia kritik adalah kekuasaan yang punya alat, aparat, kepolisian, tentara dan sebagainya, itu yang dikritik. Anies punya apa? Tidak punya apa-apa. Mau maju pilpres? Tiket partai tidak punya," ucap dia.

"Yang dia punya hanya prestasi dengan prestasi empat tahun berturut-turut WTP (wajar tanpa pengecualian). Jakarta macet turun jauh indeksnya, banjir turun jauh. Kan catatannya semua ada," sambung Geisz.

(whn/dwia)